Rilis 1: Update Tanggap Gempa di Sulteng, Penanganan Kesehatan dan Kesiapan Infrastruktur

TANGGAL :
Jum'at, 5 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
13:10:03

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi II

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Penangangan dampak gempa, tsunami, dan likuifaksi terus dilakukan. Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, yakni ada tujuh prioritas penanganan pascagempa Sulteng. Pertama, proses evakuasi dan pencarian korban, kedua, penanganan medis dan korban meninggal, ketiga, percepatan pemulihan jaringan listrik, keempat, percepatan pasokan BBM, kelima, distribusi logistik dan pangan, keenam, percepatan jaringan telekomunikasi, dan ketujuh, koordinasi penerimaan bantuan asing. Sesuai prosedur pencarian korban gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Sulteng akan dilakukan hingga H+7. Kendati begitu dapat dilakukan perpanjangan 3 hari.
Pada hari ke-6, hingga pukul 20.05 Wita, diperoleh informasi bahwa ditemukan sebanyak 120 jenazah dari pencarian yang difokuskan di delapan titik. Di reruntuhan bangunan Ramayana, Hotel Roa Roa, BTN Balaroa, Palupi, dan Jonooge pun diperkirakan masih ada korban tertimbun dan diharapkan bisa seluruhnya dievakuasi.

Sementara pada jam yang sama, tercatat korban meninggal berdasarkan data yang masuk ke Posko Kasatgab Palu sebanyak 1.558 orang. Sedangkan korban yang diperkirakan masih berada di bawah reruntuhan sebanyak 152 orang. Jumlah korban meninggal dunia yang telah dimakamkan sebanyak 1.538 orang. Dengan perincian di TPU Peboya 582, di TPU Pantoloan 35, dan di TPU keluarga sebanyak 921. Dan korban meninggal yang belum dimakamkan sebanyak 20 jenazah, masih berada di RS Madani. Hingga saat ini, jumlah korban luka yang masih mendapat perawatan di rumah sakit sebanyak 2.549 orang. Pada tahapan tanggap darurat ini, diketahui pula ada sebanyak 70.821 pengungsi.

Kemudian, terkait upaya normalisasi kondisi perekonomian masyarakat dan kondisi sosial masyarakat, pemerintah juga telah menempuh sejumlah langkah signifikan. Yakni di antaranya dengan melakukan penambahan tim medis dan perbaikan sejumlah infrastruktur daerah.

Terkait pemulihan infrastruktur, termasuk di dalamnya adalah mengaktifkan kembali kantor pemerintah daerah, mengoperasionalkan pelayanan bank, menstabilkan distribusi BBM ke SBPU, mengoptimalkan fungsi jaringan telekomunikasi,mengupayakan jaringan listrik dapat berfungsi dengan baik, serta mendorong berfungsinya kembali pasar dan toko.Untuk mengefektifkan kegiatan perkantoran pemerintah, Kemendagri telah menurunkan sebanyak 110 orang siswa IPDN untuk membantu mengefektifkan pelayanan kantor pemerintahan.

Mengenai perkembangan penanganan pascagempa di Sulteng, Kementerian Kominfo mengadakan Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Update Tanggap Bencana Sulteng, Penanganan Kesehatan dan Kesiapan Infrastruktur" di Kantor Pusat BNPB Jakarta, Kamis (5/09/2018), pukul 14.00 WIB. Hadir sebagai narasumber Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dan Dirjen Cipta Karya PUPR, Danish Sumadilaga.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube)