Rilis 3: Kemenkes Fokus Pada Penanganan Korban dan Pencegahan Penyakit

TANGGAL :
Jum'at, 5 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
16:55:54
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi II

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan penanganan korban dan mencegah penyakit di daerah terdampak gempa di Sulawesi Tengah.
"Saat ini kamui menangani di lokasi terdampak seperti Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Palu dan Pasangkayu di Sulawesi Barat," ujar Plt Kepala Pusat Kritis Kesehatan Kemenkes Eka Jusuf Singka.

Demikian disampaikan Eka Jusup Singka dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Update Tanggap Bencana Sulteng, Penanganan Kesehatan dan Kesiapan Infrastruktur" di Kantor Pusat BNPB Jakarta, Kamis (5/10/2018), pukul 15.00 WIB. Sampai H+7, jumlah korban 1.571 meninggal terdiri 144 orang di Donggala, sebanyak 1.352 orang di Kota Palu,62 orang di Sigi, 12 orang di Parigi Moutong dan Kabupaten Pasangkayu, Sulbar 1 orang.

Menurut Eka, saat ini, untuk korban di Kota Palu dilayani di RS Undata, RS Sis Aljufri, RS Wirabuana, RS Bhayangkara, dan RS Al Khairat. Untuk korban di Sigi, dilayani di RSUD Sigi. Sejauh ini sudah dilakukan operasi ortopedi sebanyak 231 orang. Adapun korban yang telah dievakuasi ke Makassar sebanyak 168 orang.

Penanganan korban gempa Sulteng sejak hari pertama sudah dilakukan oleh 855 tenaga kesehatan yang terdiri 188 dokter umum, 79 dokter spesialis, 430 perawat, dan 11 penata anestesi, 7 orang farmasi, 12 bidan, 128 nonmedis termasuk diantaranya tenaga surveilans, epidemiologi, dan promkes.

Personel ini berasal dari dintaranya RS Vertikal, RSUD, TNI, Polri, organisasi profesi, universitas, NGO, RS Wahidin Sudirohusodo Jakarta, RSCM, RS Universitas Hasanuddin, PSC Makassar, Bedah Ortopedi, Baznas, Yakum, Muhammadiyah, dan NU.

"Selain itu, tim relawan yang telah melaporkan diri ke Posko Klaster Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng sebanyak 91 ti," jelasnya.

Pemerintah juga sudah mengirimkan logistik pendukung untuk penanganan korban dan kesehatan pengungsi, antara lain berupa 1.200 kantong jenazah, masker 2.500 buah, air 5 tablet, tenda 18 unit, pemberian makanan tambahan bagi ibu dan anak 5,8 ton, oksigen, kursi roda, polybag limbah, dan sarung tangan 216 pasang.

Dijelaskan, obat-obatan akan terus bergiliran dikirim ke Palu. Pada H+1 telah terkirim obat dari empat kabupaten sekitar Sulteng sebanyak 234 koli. Kemudian H+6 sudah diterima empat kali termasuk dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

"Insya Allah tanggal 11 Oktober didorong beberapa obat. Bantuan luar negeri yang dimungkinkan alat kesehatan saja. Pengawalan pihak keamanan tetap diharapkan tersedia," tukas Eka Jusup.

Tim Penanganan Kesehatan juga mengirimkan tim pendampingan dan memobilisasi sumber daya kesehatan dari pusat hingga daerah untuk percepatan penanganan korban, melaksanakan pelayanan kegawatdaruratan dan tindakan operasi bedah, melakukan penilaian cepat kerusakan faskes dan perbaikan alkes, membantu dan melakukan evakuasi korban, dan mendirikan Posko Kesehatan di berbagai wilayah pengungsian

Di samping itu, tim Pengendalian Penyakit dan Kesling, memantau perkembangan penyakit pasca gempa (Surveilans), mendistribusikan logistik kesling seperti Polybag Sampah, Kaporit, PAC (Penjernih Air Cepat) untuk penyehatan air, dan melakukan pengendalian vektor penyakit dengan disinfektasi (dengan penyemprotan).

"Disinfektasi dilakukan mengingat masih ada jasad terkubur dan mulai membusuk," ujar Eka Jusup Singka.

Memulihkan asupan gizi, tim kesehatan melakukan pengamanan makanan dapur umum, membantu penyediaan makanan di dapur umum untuk pengungsi, terutama bayi dan anak. Lalu melakukan mobilisasi dan distribusi makanan tambahan balita dan ibu hamil.

Hadir sebagai narasumber lainnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dan Sesditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Agustin.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).