Rilis 4 Update Bencana Sulteng: Evakuasi Korban Gempa Sulteng Dihentikan 11 Oktober 2018

TANGGAL :
Selasa, 9 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
15:19:24

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VI

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Proses evakuasi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah bakal dihentikan pada 11 Oktober 2018 mendatang. Keputusan tersebut berdasarkan kesepekatan rapat evaluasi yang dipimpin Gubernur Sulteng yang dihadiri unsur dari BNPB, Kapolda, Basarnas, SKPD pemerintah daerah, TNI, camat dan tokoh agama setempat.
"Evakuasi korban yang tertimbun lumpur di Jono Oge dan lainnya akan dihentikan pada tgl 11 Oktober 2018. Mengapa? Karena kondisi jenazah korban sudah melepuh, tidak dikenali, dan dapat menimbulkan penyakit," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Demikian menurut Sutopo Purwo Nugroho dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 tentang Update Penanganan Bencana Sulteng di Graha BNPB Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurut Sutopo, proses masa evakuasi di daerah paling terdampak seperti Balaroa, Petobo, dan Jono Oge itu dihentikan 11 Oktober, tapi masa tanggap darurat itu kemungkinan diperpanjang 14 hari.

"Pastinya menunggu rapat koordinasi yang akan dilaksanakan 10 Oktober," jelas Sutopo.

Satu hal, menurut Sutopo, para tokoh agama mengusulkan di wilayah yang disetop proses evakuasiknya agar dijadikan perkuburan massal dan monumen peringatan.

Dijelaskan, selama masa tanggap darurat, tim penanganan masih banyak dilakukan beberapa halkecuali hanya evakuasi korban yang dihentikan. Pada masa perpanjangan tanggap darurat beberapa pelayanan kepada korban masih diterukan seperti pelayanan medis, penanganan logistik, pemulihan ekonomi, perbaikan infrastruktur, dan penanganan bantuan luar negeri.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).