Aktivitas Perekonomian di Palu Berangsur Pulih

TANGGAL :
Kamis, 11 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
07:30:48

MEDIA :
Investor Daily Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, aktivitas perekonomian masyarakat berangsur-angsur pulih, misalnya di Pasar Masom-ba di Jalan Tanjung Dako, Palu, dengan pedagang yang sudah mulai berjualan seperti biasa.
"Kondisi seperti itu harus kita ketahui, jangan mende-sak-desak, ini mendesak, itu mendesak, kondisi lapangan berbeda dengan yang seperti kita bayangkan," ujar Presiden seusai menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2018 di Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut Presiden, sejumlah fasilitas dasar untuk masyarakat juga sudah pulih.

Yang paling penting menurut saya BBM sudah baik, listrik sudah di atas 70% (menyala). Saya kira kecepatan seperti itu harus kita apresiasi kepada yang mengerjakan di lapangan, yang mengoperasikan lagi tiang yang roboh, yang membetul-kan kabel-kabel yang terputus, kerja berat tanpa peralatan yang memadai karena memang dikerjakan manual," kata Presiden.

Dari tujuh gardu listrik yang rubuh, menurut Presiden, saa ini sudah beroperasi hampir 70%.

"Gempa seperti ini memerlukan waktu untuk masuk dan normal kembali. Jangan sampai banyak yang berkomentar tapi tidak mengerti di lapangan," kata Presiden.

Menurut Presiden, pihak TNI, Polri, kementerian pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah bekerja maksimal.

"Masih ada kekurangan iya, saya akui iya, karena keadaannya tidak pada posisi ideal dan normal untuk menyelesaikan masalah itu," katanya.

Presiden juga mengakui pelayanan yang diberikan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah masih belum maksimal untuk melayani masyarakat pada hari ke-12 pascabencana gempa bumi dan tsunami.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.045 korban meninggal akibat gempa dan tsunami Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB.

"Seluruh korban meninggal telah dimakamkan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah", Jakarta, Rabu (10/10).

Total 2.045 korban meninggal itu terdiri dari 1.636 orang di Kota Palu, 171 orang di Donggala, 222 orang di Sigi, 15 orang di Parigi Moutong, dan satu orang di Pasangkayu di Sulawesi Barat.