Pencarian Dihentikan

TANGGAL :
Jum'at, 12 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
07:47:00
MEDIA :
Pikiran Rakyat

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan untuk memperpanjang pencarian korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah. Akan tetapi, masa perpanjangan itu hanya dilakukan sehari . Sementara itu, masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang 14 hari, terhitung mulai Sabtu (13/10/2018).
"Karena ada beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi masih dilakukan, maka diperpanjang satu hari," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di graha bnpb , Jakarta, Kamis (11/10/2018), seperti disitat dari Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan bahwa pencarian korban meninggal dunia akan dihentikan pada Jumat (12/10/2018) sore

ini. Hal itu sekaligus merevisi rencana BNPB yang menghentikan proses pencairan korban pada Kamis (11/10/2018).

Seturut prosedur operasi standar (SOP) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), diatur bahwa pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari, dengan perpanjangan selama tiga hari. Hingga Jumat (12/10/2018), pencarian dan pertolongan terhadap korban gempa, tsunami, dan Iikue-faksi di Sulawesi Tengah sudah berjalan selama empat belas hari.

"Besok pagi, tim pencarian dan pertolongan masih akan melakukan pencarian. Jumat sore, pencarian resmi dihentikan," tuturnya.

Meskipun demikian, Sutopo mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah untuk tidak mencari korban sendirian. Hal itu lantaran kondisi jenazah yang sudah mulai buruk dan berpeluang menyebabkan penyakit.

Tanggap darurat

Sementara itu, masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang selama empat belas

hari, terhitung mulai Sabtu (13/10/2018) dan akan berakhir pada Jumat (26/10/-2018).

"Diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat dilakukan sehingga masa tanggap darurat bencana perlu diperpanjang," ujar Sutopo.

Hal senada disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam kesempatan terpisah. "Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara saksama semua masukan dan saran kementerian, lembaga terkait, bupati, Wali Kota Palu, serta rekomendasi teknis dari Sekretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya seusai rapat lengkap Komando Satuan Tugas Gabung-an-Paduan (Kosatgasgabpad) Penanganan Bencana Alam Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Kamis (11/10/2018), seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Dalam rapat yang dipimpin Panglima Kosatgasgabpad

Mayor Jenderal TNI Tri Suhandono itu, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan bahwa pemulihan bidang infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk

melakukan kajian-kajian terhadap rencana permukiman hunian sementara dan hunian tetap.

Kementerian PUPR, seturut arahan Menteri Basuki Hadi-muljono, masih memberikan waktu dua pekan untuk melakukan pembersihan dan pembangunan infrastruktur lainnya. Dengan demikian, dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

Kementerian Sosial juga berpendapat bahwa masa tanggap darurat perlu diperpanjang. Hal itu melihat kondisi pengungsi yang saat ini masih membutuhkan penanganan yang sangat kompleks, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan bahwa kondisi masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Sigi, seperti penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi yang masih cukup berat. Oleh karena itu, ia berharap gubernur memperpanjang masa tanggap darurat

bencana

Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Sam-surizal menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan dalam penanganan dampak bencana. Hal itu karena masih banyak hal yang perlu dilakukan secara lebih cepat untuk menangani para korban.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dalam pelaksanaan kegiatan tanggap darurat tahap pertama. Ia berharap, semua pihak tetap kompak untuk meningkatkan pemulihan kondisi masyarakat.