Gempa Rusak Ratusan Rumah di Sumenep

TANGGAL :
Jum'at, 12 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
08:13:11

MEDIA :
Harian Seputar Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Sumenep Gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Situbondo pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.57 WIB menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi. Tercatat tiga orang meninggal dunia dan 24 lainnya terluka. Bencana tersebut juga mengakibatkan ratusan rumah rusak.
Daerah terdampak paling parah adalah Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Di daerah ini setidaknya ada dua kecamatan mengalami kerusakan paling parah, yakni Kecamatan Gayam dan Nanggungan. Kemarin Gubernur Jatim Soekar-wo telah meninjau ke lapangan . bersama Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Arif Rachman.

Selain Situbondo dan Sumenep, gempa dengan episentrum di koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT atau tepatnya berlokasi di Iautpadajarak55 km arah timur laut Kota Situbondo dengan kedalaman 12 km ini juga dirasakan sejumlah besar wilayah Jatim dan Bali.

" Di Kecamatan Gayam, ditemukan 100 rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat. Yang paling parah di Desa Prambanan Kecamatan Gayam. Di Kecamatan Nunggunung ada 36 rumah rusak," ujar Luki Hermawan kemarin.

Berdasar pantauan di lapangan, gempa banyak mengakibatkan rumah roboh dan retak.

Tiga korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Korban tidak bisa menyelamatkan diri karena saat gempa tidur pulas. Adapun korban terluka sebagian besar mengalami luka pada kepala dan patah tulang. Korban sudah menjalani perawatan di klinik setempat.

Untuk merawat para korban, Gubernur Soekarno sudah me -ngirim timmedis. Mereka terdiri dari dokter ortopedi dan dokter bedahyangberasaldari RSUD Dr Soetomo. Mereka akan menangani korban luka-luka tidak di rumah salat setempat, melain -kan di tenda bencana yangsudah disiapkan. Pemprov Jatim juga sudah mengirim bantuan logistik ke lokasi korban gempa.

Bukan hanya itu. Soekarno juga berjanji segera membangun kembali rumah warga yang rusak akibat gempa tersebut. Rumah itu akan dibangun sedemikian rupa agar bisa ta-

han terhadap gempa. "Kamiha-rapkan dalam tiga minggu su-dahpulihkembali. Apalagi tidak ada infrastruktur vital yang mengganggu perekonomian warga," ujar Soekarwo setibanya dari meninjau lokasi gempa diSumenep di KantorGubernur Jatim J alan Pahlawan kemarin.

Sementara itu, walaupun guncangan gempa juga dirasa -kan di Bali, kondisi tersebut dipastikan berpengaruh terhadap pelaksanaan Pertemuan IMF-World Bank. Ketua Pelak -sana Harian Panitia Nasional Pertemuan IMF-World Bank 2018 Susiwijono Moegiarso menegaskan tidak ada kepala negara yang membatalkan kehadirannya ke Bali. "Hari ini bahkan ada 5 kepala negara yang dijadwalkan datang ke Ba -li," katanya di Nusa Dua.

Panitia sudah meyakinkan dampakgempaSitubondotidak membahayakan. Hal ini dilaku -kan dengan mengirimkan pe -

san tentang informasi gempa di Situbondo kepada delegasi.

"Gempa bumi 6.0 telah menerjang 158 Km barat laut Nusa Dua, Bali. Kamitelahmenerima informasi bahwa gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan signifikan atau gangguan apa pun pada pertemuan. Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa tsunami belum dihasilkan. Tidak ada tindakan tambahan yang diperlukan saat ini. Kami akan terus memantau dan memberikan pembaruan lebih lanjut jika diperlukan," demikian isi email tersebut.

Di Bali, getaran gempa Situbondo dirasakan cukup kuat hampir di semua tempat. Gempa juga menimbulkan sejumlah kerusakan.di an taranya di Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Kerusakan cukup banyak terjadi di Jembrana, kabupaten yang berada di bagian Bali barat atau paling dekat dengan Situbondo. "Ada 27 titik yang mengalami

kerusakan baik rumah, tempat ibadah maupun fasilitas umum," kata Kepala BPBD Jembrana I KetutEkoSusiloArthaPermana.

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BN PB) memutuskan masa tanggap darurat penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang selama 14 hari. Dengan demikian, tanggap darurat tetap berlangsung hingga 26 Oktober nanti. Keputusan tersebutdiambildenganpertim-bangan masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan, seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan saranadanprasarana.pemba-ngunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan , dan lainnya.

Berdasarkan data BNPB, hingga kemarin korban dilapor-

kan sebanyak 680 orang, Sedangkan korban meninggal yang ditemukan sejauh ini mencapai 2.073 orang. "Maka diper -lukan kemudahan akses agar penanganan lebih cepat. Evakuasi telah selesai, namun jika masih ada warga yang mencari korban, kitaimbautidakmelakukanpen -carian karena jenazah rusak dan sudah menimbulkan penyakit," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB di Jakarta kemarin.

Selain memperpanjang masa tanggap darurat .dalam rapat koordinasi kemarin, BNP juga memutuskan menambah waktu pencarian dan evakuasi korban sehari karena masih ada anggota masyarakat mencari anggota keluarga mereka yang hilang.Sebelumnya.rapatkoor -dinasi 8 Oktober lalu disepakati evakuasi harus sudah dihentikan 11 Oktober kemarin karena pertimbangan-pertimbangan

medis, psikologi, dan agama.

"Besok (Jumat hari ini) sudah betul-betul harus berhenti. Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban akan berakhir pada Jumat (12/10). Evakuasi resmi dihentikan Jumatbesok," tandas sutopo .

Terkait relokasi kawasan rawan likuefaksi seperti Balaroa dan Petobo, pemerintah hingga kemarin masih mencari tempat yang aman. Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang dikedepankan dalam pemilihan alternatif lokasi.

Kriteria dimaksud antara lain lokasi harus bebas dari an-camanbahaya (baikpatahan aktif, likuefaksi, longsor, tsunami, banjir, dan mikrozonasi tinggi gempa bumi), bukan sempadan pantai, sempadan sungai, tidak berada di kawasan lindung atau kawasan lain dengan kelereng-an lebih dari 15%, memiliki ak -

ses yang cukup baik ke sumber air, serta penguasaan tanah hak guna usaha (HGU) atau hak gu-nabangunan(HGB) telah habis.

Berdasar hasil identifikasi sementara ada lima lokasi alternatif yang tersebar di tiga kecamatan. Tempat dimaksud adalah satu lokasi seluas 79,30 hektare di Kecamatan Palu Barat, dua lokasi di Kecamatan Sigi Biromaru seluas 200 hektare dan 217 hektare, serta dua lokasi di Kecamatan PaluTimurseluas57 hektaredan99,63 hektare.

Antonius menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Pemerintah Daerah, rencana rekonstruksi juga wajibmemperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai salah satu bentuk membangun lebih baik.