5.000 Unit Hunian Sementara Disiapkan untuk Korban Bencana di Sulawesi Tengah

TANGGAL :
Jum'at, 12 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
09:31:58

MEDIA :
Tribunnews.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

LINK ORIGINAL :

Matraman - Pemerintah akan menyiapkan sebanyak sekira 5.000 unit hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak bencana di Sulawesi Tengah yang kehilangan rumah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pengungsi saat ini sudah tidak nyaman tinggal di pengungsian, sehingga pembangunan huntara akan segera dilakukan.

"Pemprov Sulawesi Tengah sudah berkoordinasi dengan Pemkot Palu, Pemda Sigi dan Donggala terkait lahan huntara bagi korban yang kehilangan rumah. Huntara akan selesai dalam 2 bulan," ujar Sutopo, di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Sutopo menjelaskan, pembangunan huntara tetap memerlukan waktu karena terkait konstruksi tahan gempa, pembentukan kelompok masyarakat, dan lain-lain.


Pembangunan huntara direncanakan dimulai pada awal November 2018, dan lama pembangunannya bisa memakan waktu selama dua bulan.

Satu unit huntara, dapat ditempati oleh satu hingga dua keluaraga, tergantung dengan model yang akan dibangun nanti. Sedangkan dalam pembangunan satu unit huntara, menghabiskan biaya sekitar Rp 8 juta hingga Rp 15 juta.

"BUMN, dunia usaha, NGO, dan ormas dapat membantu untuk membangun huntara. (Bantuan huntara) Sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakar," ujar Sutopo.

Berdasarkan data dari BNPB, hingga saat ini, sebanyak 2.073 orang meninggal dunia di Kota Palu dan wilayah terdampak lainnya akibat gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah.

Selain itu, saat ini korban luka berat dan ringan sebanyak 10.679 orang, yang dirawat di sejumlah rumah sakit yang berada di Kota Palu dan sekitarnya.

Sedangkan jumlah pengungsi pada hari ini sebanyak 82.725 orang, yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah dan di luar provinsi.