BNPB: 18.353 Orang Dievakuasi Keluar dari Sulteng

TANGGAL :
Jum'at, 12 Oktober 2018

JAM NAIK BERITA :
13:49:55

MEDIA :
Republika.co.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

LINK ORIGINAL :

Jakarta -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, sebanyak 18.353 warga di wilayah terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah telah dievakuasi keluar Kota Palu. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, evakuasi dilakukan melalui jalur darat, laut, serta udara.
Berdasarkan laporan BNPB per Kamis (11/10) pukul 13.00 WIB, sebanyak 16.224 orang dievakuasi melalui jalur udara. Mereka diterbangkan dari Palu menuju Makassar 10.623 orang, Balikpapan 4.474 orang, Jakarta 385 orang, Manado 526 orang, Kendari 36 orang, dan Surabaya 180 orang. Sementara jalur laut ada 1.908 orang, dengan tujuan Makassar 1.853 orang dan Nunukan 55 orang.

"Evakuasi secara mandiri juga dilakukan melalui jalur darat sebanyak 221 orang," ujar Sutopo.

BNPB mencatat, setidaknya sebanyak 67.310 unit rumah rusak di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala. Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut belum diklasifikasikan lebih rinci terkait kondisi rumah mereka termasuk rusak ringan, sedang, atau berat.

Tidak hanya itu, sebanyak 99 unit fasilitas ibadah juga rusak dan 22 unit fasilitas kesehatan turut rusak. Adapun jumlah pengungsi secara total mencapai 87.725 orang. Ada 78.994 orang yang mengungsi di 112 titik di Sulteng serta 8.731 orang mengungsi keluar Sulteng.

Sementara itu, Sutopo mengatakan sepanjang evakuasi korban pada Kamis (11/10) pukul 13.00 WIB, telah ditemukan 2.073 korban meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dimakamkan baik secara massal maupun pemakaman keluarga.

Korban luka berat mencapai 2.549 orang dan 8.130 orang mengalami luka ringan. Korban hilang sebanyak 680 orang yang terdiri dari 652 orang di Kota Palu, 12 orang di Sigi, 14 di Donggala, dan 8 orang di Parigi Moutong.