Gempa 6,3 SR Guncang Jatim dan Bali

TANGGAL :
Jum'at, 12 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
17:04:40
MEDIA :
Investor Daily Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa bumi dengan magni-tudo 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah JawaTimur dan Bali pada Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB.
Identitas ketiga korban tersebut adalah Nuril Kamiliya, H Na-dhar, dan Sarwini yang merupakan warga desa Prambanan dan Jambusok, Kecamatan Gayam, Sumenep..

"Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/10).

Sebelumnya, Badan Meter-ologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB di di laut pada jarak 55 km arah timur laut Situbondo pada kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Awalnya, BMKG melaporkan gempa ini berkekuatan 6,4 skala Richter. Namun kemudian, gempa dimutakhirkan menjadi 6,3 SR. Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo

selama 2-5 detik.

"Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik," kata sutopo .

Menurut sutopo , sejumlah rumah di Sumenep dilaporkan rusak akibat gempa yang getarannya terasa hingga Bali, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Mojokerto ini.

Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik.

Berdasarkan analisis peta gempa intensitas gempa dirasakan m-IV MMI di Denpasar, ni MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya.

Sementara itu, BMKG men-

catat setidaknya telah terjadi 14 kali gempa susulan pascaguncangan tektonik 6,3 SR di wilayah timur laut Situbondo pada Kamis (11/10) dini hari.

"Hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadli, di kantor BMKG Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Gempa susulan yang paling kuat terjadi pada pukul 02.22 WIB dengan kekuatan 3,5 magnitude Sementara, gempa paling lemah terjadi pada pukul 03.13 WIB dengan kekuatan 2,4 SR.

Sadli mengatakan, gempa Situbondo tidak terkait dengan gempa yang memicu tsunami di Palu pada 28 September lalu.

"Gempa ini tidak ada kaitannya dengan gempa Palu, namun ini terhubung dengan sesar lempeng Lombok dan Flores yang sedang aktif," katanya.

BMKG melihat tren bahwa kekuatan gempa semakin melemah. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan gempa susulan akan berhenti.

Bangun Kembali R umah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan penyelesaian pembangunan rumah rusak akibat gempa dengan magnitudo 6,3 Skala Richter yang meng-

guncang wilayah Jatim dan Bali pada Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB selesai dalam jangka waktu tiga minggu.

"Harapannya, tiga minggu harus selesai semua pembangunan rumah rusak di daerah terdampak gempa, baik di Pulau Sapudi, Sumenep maupun Situbondo," ujar Gubernur Jatim Soekarwo di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (11/10).

Gubernur menjelaskan, sebanyak 210 rumah rusak di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, yang rinciannya 30 rumah rusak berat, 80 rumah rusak sedang dan 100 rumah rusak ringan.

Sedangkan, di Kecamatan Nung-Gunung jumlah rumah yang mengalami kerusakan berjumlah 36 unit dengan tingkat kerusakan berat, sedang hingga ringan.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu pada Kamis pagi meninjau lokasi terdampak gempa di Pulau Sapudi bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan serta Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman.

Di sela tinjauannya. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengaku menerima kegelisahan warga karena tempat tinggalnya mengalami kerusakan sehingga harus segera diperbaiki.