IMF-WB Resmi Ditutup, Negara Ini Jadi Peserta Terbanyak

TANGGAL :
Senin, 15 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
15:18:00
MEDIA :
Akurat.co

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman,Susiwijono, Ketua Panitia Nasional

TONE :
Pro

TOPIC :
AM IMF 2018

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Berakhirnya acara pertemuan tahunan IMF-WB yang digelar mulai tanggal 8 Oktober 2018 sampai dengan 14 Oktober 2018 menuai pujian mendalam dari berbagai pihak. Direktur Pelaksanaan IMF dan Presiden Bank Dunia tegas menyampaikan pujian dan terimakasih kepada Indonesia, karena telah sukses menjadi tuan rumah yang hangat bagi seluruh delegasi.
Sementara peserta delegasi yang hadir melebihi ekspektasi panitia yang semula diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 19.000 orang justru melampaui target berkali-kali lipat. Tercatat jumlah delegasi dan peserta yang hadir dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 mencapai 36.669 orang.

Menko Luhut mengatakan, Indonesia akan dapat terus dikenang oleh dunia. Pasalnya, ini menjadi perhelatan AM IMF-WB terbesar sepanjang sejarah.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Susiwijono mengungkapkan jika urutan terbanyak dari peserta yang hadir dari 6907 peserta asing yang tercatat di Bandara Ngurah Rai Bali paling banyak dari Amerika Serikat (AS) sebanyak 738 orang atau 11%. Disusul United Kingdom sebanyak 517 orang, Jerman 337 orang. Jepang 258 orang Perancis 245 orang, Singapura 233 orang dari Australia 228 orang dan China 211 orang.

" Kedatangan mereka di Bandara Ngurah Rai jumlah peserta asing yang hadir, kami record secara khusus melayani AM IMF itu 6907 orang dan ada 7 besar peserta yang datang paling banyak dari Amerika Serikat, UK, Jerman hingga China," imbuhnya.

Sedangkan, terkait anggaran yang di alokasikan mencapai Rp855,5 miliar dan akan diefisiensi berdasarkan kontrak mencapai Rp566 miliar. Meski masih belum pasti angka realisasi tersebut, namun ia berharap tidak akan sampai menghabiskan Rp855,5 miliar.

" Masalah anggaran yang kita alokasikan Rp855,5 berdasarkan kontrak Rp566 miliar realisasinya berapa? Angka pastinya baru akan dapat karena harus ada review dulu realisasi pembayaran awal November," pungkasnya.