RIT Jabodetabek Harus Memudahkan Masyarakat

TANGGAL :
Kamis, 18 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
22:26:15
MEDIA :
Infopublik.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Yayat Supriatna, Pengamat tata kota dan transportasi

TONE :
Pro

TOPIC :
Menata Transportasi Publik

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Rencana Induk Transportasi (RIT) Jabodetabek yang tertuang dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2018 harus bisa menjadi panduan bagi pemerintah daerah (pemda) untuk memudahkan masyarakat dalam mencari tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat investasi.
Demikian disampaikan Pengamat Transportasi Yayat Supriatna dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Menata Transportasi Publik Perkotaan", bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (18/10).

Beberapa hal yang disoroti oleh Yayat terkait target hadirnya RIT Jabodetabek dalam memudahkan masyarakat memutuskan lokasi tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat investasi, antara lain berkurangnya perpindahan antarmoda, meningkatkan kecepatan rata-rata, dan budaya jalan kaki.

"Pertama, soal perpindahan antarmoda, kalau itu bisa dikurangi, sungguh luar biasa perubahannya. Saya sebagai contoh sekarang harus tiga kali pindah antarmoda. Saya dari rumah parkir di Stasiun Bogor, naik kereta, turun Stasiun Juanda, pindah Transjakarta. Maka kalau RIT ini bisa menurunkan biaya perjalanan, ini luar biasa. Jadi target kita bisa satu kali (naik transportasi)," jelasnya.

Kedua, lanjutnya, adalah terkait menaikan kecepatan rata-rata. Menurut Yayat, untuk mendukung target tersebut, RIT Jabodetabek juga harus bisa sinergikan transportasi di tingkat wilayah. Ia mencontohkan dengan memperluas jangkauan transportasi utama DKI Jakarta, yakni LRT, MRT, dan BRT, sampai ke kota-kota penyangga.

"Waktu sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat penting," imbuhnya.

Terakhir, Yayat juga mendorong agar pemda lebih aktif lagi membumikan budaya berjalan kaki ke dalam hidup bermasyarakat, di mana hal tersebut tentu akan meningkatkan partisipasi masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Tentang target akses pejalan kaki ke tempat transportasi umum maksimal 500 meter, saya kira kita ini masih kurang tentang budaya berjalan kaki. Maka itu, kami harap dari pemda didorong budaya jalan kaki itu kepada masyarakat. Intinya, RIT Jabodetabek ini harus bisa jadi panduan kepada siapapun untuk memilih tempat tinggal, kerja, dan investasi," katanya.