Rilis 2 : Kejaksaan Berhasil Selamatkan Uang Negara dari Korupsi Lebih dari Rp 2 T

TANGGAL :
Kamis, 25 Oktober 2018
JAM NAIK BERITA :
14:33:15
MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
4 Tahun Jokowi-JK Sesi 5

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

FILE ORIGINAL :


JAKARTA – “Dalam pemberantasan korupsi, Kejaksaan menyelamatkan uang negara lebih dari Rp 2 triliun dan 263929,12 USD. Dalam waktu bersamaan kejaksaan melakukan penekanan hukum yang berdasarkan paradigma kolektif. Inovasi hukum secara sistemik, holistik, dan integratif serta diharapkan menjadi alternatif instrumen menekan korupsi,” demikian penegasan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 Edisi 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Peningkatan Stabilitas Politik dan Keamanan, Penegakkan Hukum, dan Tata Kelola", bertempat di Auditorium Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018).
Menurut Jaksa Agung, hubungan kerja yang harmonis di cabinet Jokowi –JK sangat harmonis dan menjadi harapan kita bersama mewujudkan target kinerja K/L masing-masing.

“Tentunya bersyukur karena menjelang tahun ke 5 pemerintahan Jokowi-JK banyak hal mengalami kemajuan dan pembangunan berhasil dicapai. Semuanya menunjukkan tren positif,” tambahnya.

Jaksa Agung HM Prasetyo menyebutkan bahwa tren positif diatas ditopang antara lain karena meningkatnya stabilitas politik dan agama, upaya dan kerja bersama tersebut.

Menurutnya, Kejaksaan Agung Indonesia memiliki tugas dan wewenang antara lain melakukan perbaikan perkara, bekerja keras melalui kebijakan program. Khususnya dalam pencegahan pemberantasan korupsi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan.

Dalam keterangan berikutnya, Jaksa Agung HM Prasetyo bilang bahwa penegakaan hukum oleh Kejaksaan dilakukan ketika ditemukan bukti dan fakta yang kuat yang merugikan keuangan negara.



”Untuk kasus korupsi, selain menindak dalam penanganan, Kejaksaan telah melakukan penyelamatan dan pengembalikan aset negara, pendekatan yang penitng karena esensi yang ditimbulkan tindakan korupsi adalah hilangnya uang negara yang berujung pada kesengsaran yang ditanggung masyarakat,” paparnya.

Ia menjelaskan Kejaksaan membuat hukum preventif sebagai upaya pencegahaan dengan membentuk tim pengawalan. Pengawalan untuk proyek yang strategis melalui tahapan dari perencanaan, pelaksanaan, dan hasilnya. Sehingga semua bisa tepat waktu, tepat biaya, dan tepat sasaran. “Semuanya sudah mendapat apresiasi dari berbagai pihak,” tukasnya.

Dalam kurun waktu 2015-September 2018, TPP4P (Tim Pengawal dan Pengaman Pemeritahan dan Pembangunan) telah mendampingi 12862 kegiatan. Melalui TP4P, dalam upaya pencegahan, kejaksaan meningkatkan intensitas komunikasi, koordinasi dengan sesama penegak hukum, yaitu KPK dan POLRI maupun bekerja sama dengan kementerian, pemerintahan, perbankan, danTNI.

“Kejaksaan juga membangun kemitraan kepada asosiasi internasional. Kita juga bekerjasam dengan kejaksaan, Malaysia, Korsel, Rusia, Australia,” tuturnya lagi.



Selanjutnya ia menambahkan bahwa ada capaian lain dalam upaya penegakan hukum menemukan banyak aktivitas kejahatan terbaru seperti kejahatan dunia maya (cybercrime), pencurian ikan illegal (illegal fishing), terorisme, narkoba dan lainnya.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengakui bahwa masalah-masalah kejahatan tersebut harus diselesaikan ke depannya. “Ini harus diupayakan dengan kerja keras bersama, semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan bimbingan kepada kita semua,” pungkasnya.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini sebagai narasumber antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko Polhukam Wiranto, Menteri PANRB Syafruddin, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menlu Retno Marsudi, Menteri LHK Siti Nurbaya, Wakapolri Komjen Ari Dono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNN Heru Winarko.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).