Bappenas Klaim Jumlah Lapangan Kerja Lampaui Target 2018

TANGGAL :
Kamis, 8 November 2018
JAM NAIK BERITA :
22:56:55
MEDIA :
Medcom.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Pengurangan Pengangguran

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengklaim jumlah lapangan kerja di Indonesia 2018 telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Angka lapangan kerja disebut meningkat 2,99 juta dibandingkan 2017.
"2018, Lapangan kerja Indonesia melampaui target RKP 2018 dan RPJMN 2015-2019," ujar Bambang di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Bambang menuturkan pemerintah telah berhasil menciptakan 9,38 juta lapangan kerja dalam rentang 2015-2018. Di sisi lain, jumlah pengangguran juga turun sebesar 40 ribu orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil diturunkan menjadi 5,34 persen tahun ini.

Jika pertumbuhan ekonomi mencapai target RKP 2019 sebesar 5,2-5,6 persen, maka TPT dapat diturunkan menjadi 4,8-5,2 persen pada 2019. Penurunan ini, katanya dapat dicapai dengan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,6-2,9 juta orang dan lapangan kerja formal di sektor bernilai tinggi.

"Kalau pertumbuhan ekonomi sesuai target maka TPT dapat diturunkan menjadi 4,8 sampai 5,2 persen," ungkap mantan menteri keuangan ini.

Berdasarkan Sakernas Agustus 2018, jumlah penciptaan lapangan kerja pada 2016 sebesar 3,59 juta, 2017 sebesar 2,61 juta, dan untuk periode Agustus 2018 sebesar 2,99 juta.

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kesempatan kerja adalah sebesar 1,99 persen. Dari target penciptaan kesempatan kerja pada 2015-2019, pemerintah sudah dapat menciptakan 9,38 juta kesempatan kerja.

Penciptaan kesempatan kerja paling rendah terjadi di 2015, yakni sebesar 0,19 juta karena dipengaruhi oleh pelemahan USD dan berimbas pada pengurangan jumlah pekerja.

Berdasarkan wilayah, pengangguran terendah pada 2018 berada di Provinsi Bali (1,37 persen), Nusa Tenggara Timur (3,01 persen), dan Sulawesi Barat (3,16 persen). Sementara pengangguran tertinggi pada 2018 adalah Banten (8,52 persen), Jawa Barat (8,17 persen), dan Maluku (7,27 persen).