Menaker Hanif Klaim Tingkat Pengangguran Menurun

TANGGAL :
Kamis, 8 November 2018
JAM NAIK BERITA :
23:12:45
MEDIA :
Merahputih.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
M Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan

TONE :
Pro

TOPIC :
Pengurangan Pengangguran

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

LINK ORIGINAL :

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengklaim tingkat pengangguran terbuka semakin turun dari tahun ke tahun.
"Bahkan pada 2018, tingkat pengangguran terendah selama masa reformasi," ujar Menteri Hanif dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11).

Jumlah pengangguran terbuka pada 2015 sebanyak 6,18 persen, kemudian 2016 sebesar 5,61 persen. Selanjutnya pada 2017, sebanyak 5,5 persen dan ada 2018 sebanyak 5,34 persen.

Begitu juga untuk pengangguran lulusan SMK, memang paling tinggi yakni 11,24 persen pada 2018. Namun dari tahun ke tahun, persentase itu mengalami penurunan.

"Lulusan SMK yang menganggur pada 2015 sebanyak 12,65 persen, dan pada 2018 turun menjadi 11,24 persen," tambah dia seperti dilansir Antara.

Menurut Menaker, penyebab banyaknya lulusan SMK yang menganggur disebabkan tidak semua SMK memiliki kualitas yang sama dan mampu menghasilkan lulusan kompetensi yang memadai dan keahlian lulusan SMK tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebanyak lima jenis lulusan SMK yang memiliki pengangguran tertinggi yakni teknik komputer dan informatika (24,53 persen), teknik otomatif (17,94 persen), teknik perminyakan (14,67 persen), tekknik elektronika (13,27 persen), dan teknik furnitur (12,88 persen).

Hanif mengatakan penurunan pengangguran harus dilakukan dari hulu ke hilir, yakni dari sisi pasokan harus dilaksanakan pelatihan keahlian, memperkuat mekanisme penempatan, pembinaan hubungan industrial dan pengawas ketenagakerjaan, dan penyederhanaan perizinan ketenagakerjaan.

"Upaya lainnya yang kami lakukan adalah memperkuat pendidikan vokasi. Jika dulu, yang bisa mengakses balai latihan kerja Indonesia (BLKI) hanya lulusan SMA sederajat, maka sekarang semua bisa mendapatkan pelatihan di BLKI," jelas dia lagi.

Selain itu, pihaknya berupaya meningkatkan jumlah tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja melalui program pemagangan.

"Pada tahun ini, kami melakukan pemagangan pada 144.000 orang. Tahun depan, kami targetkan bisa 400.000 orang," cetus Hanif. (*)