Kuota untuk Mahasiswa Miskin Harus Diperbesar

TANGGAL :
Jum'at, 23 November 2018

JAM NAIK BERITA :
07:02:26

MEDIA :
Harian Seputar Indonesia

JOURNALIST :
Dita Angga

NARASUMBER :
M Nasir, Menristekdikti

TONE :
Pro

TOPIC :
Peningkatan Daya Saing Daerah

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Surabaya - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)menginginkanbeasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diberikan dengan kuota lebih besar untuk mahasiswa tidak mampu.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengaku sudah memberi masukan pada saat rapat kabinet bahwa mahasiswa miskin yang punya kemampuan akademis harus diberikan akses lebih besar ke beasiswa jenjang S-2 LPDP. Afirmasi ini harus diberikan agar kemiskinan di Indonesia yang terstruktur bisa terputus mata rantainya.

"Kemiskinan di Indonesia itu terstruktur. Mereka sudah miskin lalu tidak punya biaya kuliah. Maka saya beri masukan ke LPDP agar jangan hanya orang kaya yang bisa masuk (LPDP)," katanya seusai acara Paparan Capaian 4 Tahun Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Sekretaris Daerah kantor gubernur jawa timur , Surabaya, kemarin.

Kemenristek Dikti sangat mendorong agar anak tidak mampu yang mempunyai motivasi tinggi untuk kuliah di kampus-kampus terbaik dunia. Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini juga menegaskan, dia tidak menginginkan mahasiswa LPDP yang sudah dikuliahkan negara tidak kembali lagi ke Indonesia. Namun, dia mempersilakan anak-anak tidak mampu ini kuliah keluar negeri, asalkan bisa kembali lagi untuk membangun daerah dan bangsa.

Nasir mengungkapkan, selama ini penerima beasiswa LPDP umumnya anak-anak yang cerdas saja. Lalu, mereka yang kadang secara ekonomi kurang diperhatikan. Maka ke depan pemerintah akan memberikan perhatian. Tidak hanya dengan formasi, namun juga pelatihan bahasa Inggris agar mereka cepat diterima di kampus luar negeri. "Sudah banyak anak tak mampu (miskin) kuliah di luar negeri. Mereka punya kemampuan untuk itu dan kami akan memfasilitasi," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud meminta formasi lain bagi penerima beasiswa LPDP ini. Kemendikbud sudah meminta kepada Presiden agar diberikan kuota 3.000 beasiswa LPDP bagi guru dan tenaga kependidikan. Beasiswanya tidak hanya untuk kuliah, namun lebih berupa beasiswa kursus maupun pemagangan.

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi menyampaikan, Kemendikbud sudah mengusulkan ke LPDP agar formasi S-2 dan S -3 untuk guru dan tenaga kependidikan diperluas. Namun, dia meminta formasi beasiswa itu diprioritaskan untuk guru-guru SMK.

Selain itu, Kemendikbud mengusulkan agar beasiswa juga bisa diberikan dalam bentuk short course untuk pegiat seni dan kebudayaan, juga guru. Dia menambahkan, Kemendikbud siap menyetor data calon penerima beasiswa itu kepada LPDP. Mengenai berapa target sasarannya tergantung ketersediaan anggaran LPDP.