Era Digital Membuka Peluang Usaha Baru

TANGGAL :
Jum'at, 30 November 2018

JAM NAIK BERITA :
06:50:32

MEDIA :
Pikiran Rakyat

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Mensejahterakan Jawa Barat

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 84.150.000

AD :
Rp. 28.050.000

FILE ORIGINAL :


Bandung - Pertumbuhan teknologi informasi di era digital menimbulkan sejumlah konsekuensi, termasuk hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan berbagai kemudahan yang didapat. Namun pada saat yang sama, muncul potensi lapangan kerja baru yang tidak ada sebelumnya.
"Akan banyak pekerjaan yang hilang, tapi lebih banyak peluang pekerjaan baru yang lebih menantang," kata Direktur jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti, saat menjadi pembicara dalam diskusi di Hotel de Paviljoen Kota Bandung, Kamis (29/11/2018).

Kegiatan yang digagas forum merdeka barat 9 itu mengusung tema Membangun Indonesia Menyejahterakan Jawa Barat. Selain Niken, sejumlah tokoh juga menjadi pembicara, di antaranya wartawan senior Refa Riana serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat Agus Hanafi.

Berkaitan dengan teknologi informasi, Niken menuturkan, saat ini pengguna internet di Indonesia diperkirakan sekitar 143 juta jiwa, dengan didominasi kalangan muda. Hal ini membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan jika dibandingkan dengan periode beberapa tahun silam.

Sebagai bagian dari pemerintah, dia menambahkan, pihaknya menyiapkan dorongan dengan sejumlah program, di antaranya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Selain itu, usaha kecil dan menengah juga didorong agar dapat mengambil nilai manfaat dari teknologi informasi. Ditargetkan, tahun depan angkanya bisa mencapai 8 juta.

Sementara itu, Refa Riana mengatakan, kehadiran era digital membawa banyak perubahan dalam keseharian manusia. Hanya, saat fase awal sempat terjadi kegaduhan, misalnya berkaitan dengan operasional jasa transportasi berbasis aplikasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi dalam sisi perundang-undangan perlu menjadi perhatian.

Pembicara lainnya, Agus Hanafi menuturkan, perkembangan teknologi informasi ini juga sampai ke tingkat desa. Potensi ini perlu dikembangkan selama nilai manfaat bisa diambil oleh khalayak.