Rilis 3 : Dirjen IKP: Target, Tahun 2020 Nilai Ekonomi Gigital Capai USD 130 M

TANGGAL :
Kamis, 29 November 2018

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Mensejahterakan Jawa Barat

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Sebagai leading sector digitalisasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sebagai regulator, sebagai fasilitator, juga agrerator, sehingga tidak hanya diam, tapi juga melakukan banyak hal.
Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemkominfo) Niken Widiastuti dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Membangun Indonesia, Menyejahterakan Jawa Barat”, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).

“Digitalisasi akan sukses apabila dilakukan di semua lini. Karena itu, smart city merupakan wujud nyata dari digitalisasi yang mampu membantu berbagai kegiatan masyarakat, juga memberikan akses informasi,” ulas Niken.

Dan, di sinilah di bandung, Jawa Barat, menurut Dirjen IKP, merupakan salah satu kota yang sukses dalam menerapkan smart city. Konsep smart city tidak hanya menyiapkan sarana dan prasana, tapi juga mengubah mindset masyarakat, berpartisipasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan kemudahan-kemudahan, efektifitas dan efisiensi yang ada, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Indonesia masuk sebagai negara keempat yang digitalisasi ekonominya berkembang dengan sangat cepat,” ulas Niken.

Peran pemerintah untuk mendorong digitalisasi ekonomi, lanjut Dirjen IKP, ada beberapa program. Salah satunya adalah mendorong terciptanya 1.000 startup. Yakni, dengan mendorong anak-anak muda generasi milenial. Tidak hanya imbauan, tapi dengan mendorong langsung pelatihan-pelatihan, membuka program 1.000 startup, yang mendaftar ada 40.000 orang.

“Setelah dilakukan pentahapan, tinggal 10.000. Setelah dilakukan workshop, pembentukan tim dan saling melengkapi, sudah ada prototype, tinggal 3.000. Pada tahapan inkubasi tinggal 200 orang. Ini pembinaan lanjutan sebagai akhir dari prototype,” jelas Niken.

Setelah jadi, Dirjen IKP menjelaskan, Kemkominfo mempertemukan para startup dengan para investor. Selanjutnya diharapkan, Indonesia akan meningkat ekonomi digitalnya. Target, pada tahun 2020 nilai ekonomi digital mencapai USD 130 miliar.

“Selain itu, yang dilakukan Kemkominfo adalah melakukan pendampingan kepada UMKM. Targetnya, 8 juta UMKM ikut ekonomi digital. Ikut masuk di dalam platform para unicorn. Sekarang sudah mencapai 82 persen, yakni 6,4 juta,” ungkap Niken.

Program berikutnya, Dirjen IKP menjelaskan, tim dari Kemkominfo dan Kementerian UMKM datang ke pasar-pasar memberikan pendampingan kepada para pedagang untuk memberitahu cara ikut masuk ke dalam marketplace.

“Peran pemerintah sebagai regulator, juga sudah mengeluarkan paket ekonomi digital dengan membuat peta jalan ekonomi digital melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 10/2018. Inilah peta jalan e-commerce. Bagaimana mendorong SDM (sumber daya manusia) untuk bisa memahami dan meningkatkan ketrampilan mengenai digitalisasi,” papar Niken.

Selanjutnya, Dirjen IKP menjelaskan, juga ada program membantu pendanaan dengan skema mempertemukan dengan para investor. Di samping insentif perpajakan, persaingan konsumen dan lainnya. Inilah nantinya, langkah demi langkah yang terus dilakukan oleh pemerintah.

“Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat, dalam rangka memasuki digital 4.0, memberikan beasiswa 20.000 anak-anak muda untuk mengikuti pelatihan mengenai big data, syber security, artifial intelenge dan lainnya,” jelas Niken.

Siapapun anak-anak muda, lanjut Dirjen IKP, diundang mengikuti dalam beasiswa tersebut. Tetapi sudah pasti ada tahapan-tahapannya, yaitu tes-tes untuk mendapat beasiswa tersebut. Dan, saat ini Kemkominfo terus mendorong startup-startup lainnya untuk menjadi unicorn.

“Di era digital saat ini, banyak pekerjaan-pekerjaan yang terdeskrupsi. Kalau dulu di jalan tol banyak orang yang bekerja, sekarang semua sudah otomatis, digitalisasi. Untuk perbankan pun kita sudah bisa hanya melalui smartphone,” ungkap Niken.

Dirjen IKP menjelaskan, memang banyak pekerjaan-pekerjaan yang berkurang. Tapi di waktu yang bersamaan juga banyak terbuka peluang pekerjaan menantang yang kreatif yang bisa diraih dengan pendapatan yang nilainya bisa berkali-kali lipat dari pekerjaan sebelumnya.

“Misalnya, menjadi conten creator, script writer, youtuber, dan lainnya. Pemasukannya cukup besar. Ini adalah pekerjaan-pekerjaan baru yang menantang dan memiliki peluang besar di era milenial dan melesatnya ekonomi digital,” pungkas Niken.

Selain Dirjen IKP Kemkominfo Rosarita Niken Widiastuti, turut hadir sebagai narasumber dalam Dismed FMB’9 kali ini antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Agus Hanafi dan Pengamat Sosial Refa Riana.

Kegiatan Dismed FMB’9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).