Rilis 4 : Pengamat: UMKM Online Keniscayaan Iringi Fenomena Belanja Online

TANGGAL :
Kamis, 29 November 2018

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Mensejahterakan Jawa Barat

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


Bandung - UMKM yang melek digital harus menjadi keniscayaan. Hal itu seiring dengan fenomena belanja online yang kini marak di berbagai belahan bumi.
Demikian disampaikan Pengamat Sosial Refa Riana dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Membangun Indonesia, Menyejahterakan Jawa Barat”, bertempat di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).

“Sebuah pelajaran bisa dipetik dari Malaysia. Yakni, manakala fenomena belanja online masuk, Malaysia tidak serta-merta mengizinkan. Hanya saja, mereka melemparkan orang-orang pintar ke Inggris. Ketika mereka pulang, dibuatlah peraturan baru, lalu diizinkan,” katanya.

Urgensi UMKM melek digital, menurut Refa, seiring dengan target 2018 UMKM go online, yakni sebanyak 8 juta. Di mana, sambung dia, sejauh ini yang sudah terpenuhi sebanyak 6,9 juta.

“8 juta itu mudah-mudahan tercapai. Pemerintah harus sangat mampu melihat potensi itu,” katanya.

UMKM yang sukses, menurut Refa, juga penting disiarkan agar cerita sukses mereka bisa menginspirasi yang lain. Apalagi, kata dia, pembiayaan yang diberikan Pemrov Jabar sudah relatif besar.

“Jadi memang ada tantangan yang harus dijawab, bagaimana mereka bisa masuk ke era online. Sebab, online memang bisa mengakselerasi pertumbuhan usaha,” tuturnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Agus Hanafi.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (jpp)