Rilis 3: Gubernur Banten: Provinsi Banten Kemiskinannya Rendah, Penganggurannya Tertinggi

TANGGAL :
Jum'at, 7 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
09:50:33

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Membangun Banten

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


BANTEN - "IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Banten diatas rata-rata nasional yaitu 7,2 %, pertumbuhan ekonomi 5,9%, inflasi rendah karena mampu menstabilkan harga-harga kebutuhan di pasar dan tingkat kemiskinan rendah. Namun angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Karena 135 ribu lulusan SMK jadi pengangguran. Sebab ada beberapa jurusan atau prodi sudah stagnan. Tenaga pengajarnya tak memiliki kompetensi yang memadai. Pelajarnya kurang praktik."
Demikian disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Membangun Indonesia Dengan Tenaga Kerja Berkualitas", bertempat di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Serang, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, setiap tahun provinsi Banten dibanjiri para pncarai kerja karena ada pusat-pusat industri. Jawa Tengah, Lampung dan Jawa Timur datang ke Banten mencari kerja. Upah minimun provinsi cukup tinggi seperti industri alas kaki dan industri tekstil.

Kenapa terjadi pergeseran pekerjaan di provinsi Banten? Karena para petani sudah banyak kehilangan lahan disini. Sedangkan lahan pekerjaan di pabrik cukup menggiurkan terutama pada kaum muda. Mereka lebih baik bekerja di pabrik yang memiliki penghasilan lebih jelas setiap bulannya. Sedangkan jadi petani hanya dapat pemasukan Rp 6 juta dari setiap 1 hektar lahan. Padahal tak semua petani emiliki lahan sebesar itu. Sedangkan rata-rata pendapatan petani setiap bulannya sekitar Rp 1 juta.

Wahidin Halim memaparkan bahwa faktor penyebab tingginya pengangguran adalah karena beberapa faktor. "Salah satunya adalah relokasi industri padat karya (alas kaki dan garmen) dengan pertimbangan mencari lokasi dengan UMP lebih rendah di luar Provinsi Banten," tukasnya.

Selain itu, ia mencatat bahwa ada faktor lainnya seperti dampak revolusi industri 4.0 beberapa industri mengurangi lini produksi seperti garmen menggantikan lini produksinya dengan teknologi/ alat mesin. Lalu adanya pola produksi mengikuti periodisasi demand yang fluktuatif, ketika permintaan produk rendah, maka industri mengurangi jumlah tenaga kerja (dirumahkan). Faktor siklus kelulusan setiap Bulan Juli khususnya pendidikan menengah sebanyak +137.773 siswa/tahun, berdampak bertambahnya jumlah pencari kerja dan masa menunggu untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Selanjutnya masih terbatasnya kapasitas penyerapan tenaga kerja sektor formal pertahun hanya + 255.000 orang. Juga adanya faktor adanay rata-rata jumlah kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) per bulan + 2.574 orang. Faktor terakhir adalah sektor lapangan kerja yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerja periode Agustus 2017 – Agustus 2018, yaitu sektor informasi dan komunikasi, administrasi, jaminan sosial wajib dan jasa lainnya.

Sebaga Gubernur Banten. Wahidin Halim memiliki solusi untuk mengurang pengangguran yang tinggi di wilayahnya yatu dengan Pendekatan Link and Match, Vocation, dan Teaching Factory.

Selain itu ada Program Miss Match, 3D, dan LK2S yang terdiri dari Program Miss Match yang dilakukan melalui 3.D (dilatih, disertifikasi, ditempatkan) telah dilakukan di lokasi pabrik: Sanken, Kortek, Motogawa, dan Inpact. Juga ada Pelatihan pada Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) sebanyak 900 orang per tahun. Selanjutnya ada penempatan hasil fasilitasi Job Fair 4.147 Tahun 2017 dan Tahun 2018 dilakukan melalui fasilitasi penempatan kerja sebanyak 254 orang dari 1.331 peserta.

Program lainnya adalah Program Wirausaha Baru / Start Up / Industri Kreatif yang mencakup dalam 26 Angkatan, sebanyak 1.150 calon wirausaha baru pada Disperindag dan Disnakertrans. Ada pula Pembinaan Start Up Ekonomi Digital sebanyak 90 Industri Kecil Menengah.

"Dengan program-program diatas, maka kami optimistis dapat mengurangi tingat pengangguran yang tinggi di provinsi Banten," tegas Wahidin Halim.

Turut hadir dalam FMB 9 kali ini antara lain Menristekdikti Mohamad Nasir, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Dewi Chomistriana, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).