Rilis 2 : Penyelenggaraan IMF-WB AM 2018 Tingkatkan Perekonomian Nasional

TANGGAL :
Senin, 17 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
15:00:00

MEDIA :
-

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Redaksi

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
-

AD :
-

FILE ORIGINAL :


Tahun 2018 adalah tahun yang istimewa bagi Indonesia. Di tahun tersebut, negara kita telah sukses menjadi tuan rumah empat kegiatan berkelas internasional, yaitu: The Asian Games, The 2018 Asian Para Games, The 2018 Annual Meetings of International Monetary Fund & World Bank Group (Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018), dan Our Ocean Conference 2018.
Di antara keempat kegiatan internasional tersebut, Pertemuan Tahunan IMF-WBG merupakan event strategis karena melibatkan hampir seluruh negara di dunia. Pertemuan Tahunan IMF-WBG merupakan forum pertemuan terbesar bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan di tingkat global, yang mempertemukan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara, dan pihak non pemerintah yang menguasai sektor keuangan dan ekonomi dunia.

Secara umum, penyelenggaraan Pertemuan Tahunan 2018 di Bali telah berjalan dengan sangat baik. Semua jadwal acara tepat waktu dan tidak ada yang tertunda pelaksanaannya. Selama penyelenggaraan kegiatan, tidak ditemukan adanya kejadian luar biasa yang dapat mengganggu jalannya acara, baik itu di main events, side events, paralel events, maupun host country events.

Hal ini didukung dengan hasil survei Bappenas kepada peserta yang hadir. Seluruh peserta merasa puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan dengan kriteria kebersihan, keamanan, keramahan dan infrastruktur. Jumlah peserta pada rangkaian kegiatan tersebut adalah 34.761 orang, yang terdiri peserta dengan kategori delegasi 3.641 dan non-delegasi 31.120 (berdasarkan data jumlah ID/badge yang dicetak). Jumlah ini merupakan peserta Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 terbanyak sepanjang sejarah. 95% peserta akan merekomendasikan Indonesia sebagai daerah tujuan wisata.

Dalam jangka menengah dan panjang, keberhasilan penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF WBG dapat meningkatkan keyakinan investor mengenai ketangguhan perekonomian Indonesia dan kemampuan pemerintah dalam menangani isu-isu yang urgen, termasuk bencana alam. Dampak positif lainnya adalah selama IMF-WB Annual Meeting berlangsung, Indonesia melalui BUMN ataupun Lembaga Pemerintahan berhasil membuat kesepakatan investasi dengan berbagai investor dari luar negeri, antara lain penandatanganan perjanjian kerja sama investasi antara 14 BUMN denggan para mitra dengan nilai kesepakatan USD 13,5 Miliar setara dengan Rp 202 T; dan PINA Center Bappenas berhasil memfasilitasi kerjasama investasi dengan nilai total Rp 47 T.

Studi yang telah dilakukan oleh Bappenas untuk mengetahui secara obyektif dampak sosial dan ekonomi dari penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WBG, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang adalah penting. Dampak langsung kegiatan ini terhadap perekonomian Bali sebesar Rp 5,492 T dimana Rp3,02 T berasal dari investasi infrastruktur dan Rp582 Miliar dari pengeluaran peserta. Selama kegiatan, terdapat Rp396 Miliar devisa masuk ke Indonesia. Secara nasional, pertemuan tahunan IMF WBG memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,01% dari pertumbuhan baseline dan meningkatkan perekonomian Provinsi Bali sebesar 0,41% dari pertumbuhan baseline.

Studi ini dilaksanakan dengan metodologi yang valid sehingga hasilnya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.