Investasi Asing Mulai Berdatangan

TANGGAL :
Rabu, 19 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
07:23:00

MEDIA :
Bisnis Indonesia

JOURNALIST :
Hadijah Alaydrus

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Non Headline

PR :
Rp. 61.710.000

AD :
Rp. 20.570.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali pada Oktober 2018 diklaim telah mendatangkan kepercayaan dari dunia internasional untuk berinvestasi di Tanah Air.
Menko Maritim Luhut B. Panjaitan menuturkan, banyak perusahaan yang mulai menjajaki Indonesia sebagai negara tujuan investasi.

Beberapa investment bank yang hadir di dalam annual meeting menyampaikan Indonesia dapat mengambil keuntungan dari perusahaan yang akan melakukan relokasi usaha dari China akibat perang dagang.

"Tiga minggu terakhir, tim Indonesia bolak-balik ke sana. Salah satu perusahaan minyak CMC dari Taiwan akan menandatangani perjanjian investasi petrochemical di Gresik," ujar Luhut, Selasa (18/12).

Nilai investasi tersebut mencapai US$6,8 miliar. Saat ini, perusahaan tersebut masih mengurus masalah lahan.

Selanjutnya, perusahaan perakit ponsel selular Pegatron juga berencana berinvestasi di Indonesia. Salah satu alasannya, perusahaan perakit iPhone asal Taiwan ini melihat potensi pembangunan pabrik baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah.

Menurut Luhut, perusahaan besi baja China juga berencana melakukan relokasi pabriknya ke Indonesia. Untuk relokasi pabrik besi baja ini, Luhut mengizinkan kapasitas 7,5 juta ton karena kebutuhan dalam negeri mencapai 15 juta ton.

Dia menjelaskan, rekomendasi dan kepercayaan besar dari sejumlah pihak, termasuk IMF dan World Bank, akhirnya memberikan dampak positif.

Tidak hanya itu. Menteri PPN/ kepala bappenas Bambang RS. Brodjonegoro menuturkan, 14 BUMN tercatat berhasil menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan total nilai kesepakatan Rp202 triliun.

PINA Center Bappenas juga berhasil memfasilitasi kerja sama investasi dengan nilai Rp47 triliun.

"Khusus untuk PINA itu ada energi terbarukan, revitalisasi PTPN HI serta kesempatan kerja sama pembangunan jalan tol yang jumlahnya Rp44,5 triliun dan ini semua adalah swasta dan BUMN," papar Bambang.

Hasil survei Bappenas dan LPEM UI juga mencatat belanja peserta mancanegara IMF-World Bank Annual Meeting 2018 mencapai Rp341 miliar.

Peserta mancanegara mencapai 2.969 delegasi dan 5.382 orang nondelegasi, seperti investor, NGO, media, dan akademisi.

Bambang mengungkapkan, alokasi belanja peserta ini sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi, makanan, minuman, dan kriya tangan.

"Angka tersebut diperoleh dari rata-rata lama tinggal selama 7 hari baik peserta mancanegara maupun peserta domestik," ujar Bambang.

Adapun, pengeluaran peserta domestik mencapai Rp241 miliar dari total delegasi domestik sebanyak 672 orang dan non delegasi sebanyak 25.738 orang.