Bappenas: Dampak Ekonomi Pertemuan Tahunan IMF-WB Rp 5,5 Triliun

TANGGAL :
Rabu, 19 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
07:27:00

MEDIA :
Investor Daily Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Non Headline

PR :
Rp. 55.917.000

AD :
Rp. 18.639.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas menyatakan, kegiatan Pertemuan Tahunan International Monetary Fund-World Bank ( IMF WB) Oktober lalu memberi dampak ekonomi langsung sebesar Rp 5,5 triliun. Angka ini di antaranya berasal dari investasi konstruksi Rp 3,05 triliun dan pengeluaran peserta, baik mancanegara maupun domestik, senilai Rp 582 miliar.
Dengan jumlah tersebut diperkirakan berdampak menambah pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 0,01%. "Diperkirakan pertemuan IMF -WB akan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 meningkat sekitar 0,01% dari pertumbuhan baseline, dari 5,15% menjadi 5,16%," ucap Menteri PPN Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Forum Merdeka Barat di kantornya, Selasa (18/12).

Kegiatan ini juga mendatangkan devisa mencapai Rp 396 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 341 miliar di antaranya berasal dari pengeluaran peserta mancanegara. Sedangkan sisanya Rp 55 miliar berasal dari penunjang operasional selama periode 2017-2018. Untuk Provinsi Bali, kegiatan tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi 0,41% di atas pertumbuhan baseline, yaitu dari 5,9% menjadi 6,31%.

Untuk efek pengganda output (multiplier effect) terhadap perekonomian Bali mencapai Rp 2,7 triliun. Selain itu, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja untuk 22.300 tenaga kerja di Bali serta meningkatkan upah riil sampai 0,7%.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berhasil membuat kesepakatan investasi dengan investor luar negeri. Tercatat, 14 perusahaan pelat merah menandatangani perjanjian kerja sama investasi senilai total Rp 202 triliun. "Kalau dari PINA (Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah) Bappenas, kami memfasilitasi kerja sama investasi dengan total nilai Rp 47 triliun," ucap Bambang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dampak tidak langsung dari kegiatan ini adalah adanya sejumlah investasi asing yang akan masuk ke Indonesia. Apalagi dengan adanya perang dagang antara AS dan Tiongkok tentu sejumlah perusahaan akan melakukan relokasi perusahaan.

Beberapa perusahaan, kata dia, akan merelokasi industrinya ke Indonesia. Melalui pelaksanaan kegiatan ini Indonesia bisa menciptakan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. "Dampaknya tentu tidak bisa dirasakan secara langsung tahun 2019 karena ini menyangkut industri maka baru terasa 2020 dan 2021," ucap Luhut.