Kepala Bappenas Bilang, Perbaikan CAD Tak Bisa di Satu Periode Pemerintahan

TANGGAL :
Rabu, 19 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
09:02:00

MEDIA :
Ivoox.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, perbaikan neraca transaksi berjalan yang masih mengalami defisit atau “current account deficit” (CAD), memerlukan kebijakan yang berkesinambungan antar pemerintahan.
“Pasti kami ingin kebijakan itu kita buat secara permanen artinya berkesinambungan. Upaya mengurangi CAD tidak bisa dalam satu masa pemerintahan saja, ini harus jadi upaya berkesinambungan,” ujar Bambang usai jumpa pers terkait dampak ekonomi pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Jakarta, Selasa (18/12).

Bambang menuturkan, saat ini Bappenas tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan akan mengarahkan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan, terutama terkait pengalihan ekspor dari yang berbasis sumber daya alam menjadi ekspor barang-barang olahan atau yang memiliki nilai tambah.

“Sehingga itu bisa memperbaiki CAD ke depan dan kita bisa susun langkah jangka panjang. Sehingga CAD tidak lagi permanen di Indonesia. Harapan kita “current account” bisa surplus,” kata Bambang, dikutip Antara.

Bank Indonesia mencatat, defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal III 2018 meningkat menjadi 3,37 persen dari PDB atau sebesar 8,8 miliar dolar AS, dibandingkan kuartal II 2018 yaitu 3,02 persen dari PDB atau delapan miliar dolar AS.

Kendati pada paruh ketiga ini defisit meningkat, namun jika melihat dari awal tahun hingga akhir kuartal III 2018, defisit neraca transaksi berjalan secara akumulatif sebesar 2,86 persen PDB.

Terkait neraca perdagangan sendiri, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (17/12) lalu baru saja mengumumkan neraca perdagangan November 2018 mengalami defisit hingga 2,05 miliar dolar AS, yang juga menjadi defisit tertinggi sepanjang tahun ini.

Nilai ekspor pada November 2018 mencapai 14,83 miliar dolar AS atau turun 3,28 persen (tahun ke tahun/yoy), sedangkan impor membengkak menjadi 16,88 miliar dolar AS atau naik 11,08 persen (yoy).