Bappenas Sebut Pertemuan IMF-Bank Dunia Cetak Turis Baru

TANGGAL :
Rabu, 19 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
09:38:52

MEDIA :
Cnnindonesia.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)- Bank Dunia 2018 beberapa waktu lalu di Bali berpotensi menciptakan wisatawan baru di Indonesia.
Pasalnya, pelaksanaan IMF-WB AM mendatangkan wisatawan mancanegara yang tidak memiliki rencana untuk datang ke Indonesia sebelumnya, baik untuk tujuan bisnis apalagi untuk wisata. Hal itu berdasarkan survey Bappenas terhadap 1.297 responden peserta pertemuan. Dari survei didapat jawaban 987 responden di antaranya merupakan responden mancanegara.

"Lebih dari 50 persen responden mancanegara mengaku tidak akan datang ke Indonesia pada 2018 jika tidak ada Pertemuan Tahunan," ujar Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 di kantor Bappenas, Selasa (18/12).

Setelah acara berakhir, lanjut Bambang sebanyak 76 persen responden mancanegara menyatakan akan berkunjung kembali ke Indonesia di masa depan. "Mungkin pengunjung yang sama, mungkin pengunjung yang berbeda karena 95 persen akan merekomendasikan Indonesia sebagai tujuan wisata untuk tema, keluarga, dan kolega di negara," ujarnya.

Lihat juga: Pemerintah Hibahkan Laptop dan Printer Bekas Acara IMF-WB

Selama acara berlangsung, total pengeluaran peserta mancanegara mencapai Rp341,2 miliar. Pemasukan tersebut menjadi penerimaan devisa. Sementara, total pengeluaran peseta domestik Rp240,9 miliar. Mayoritas pengeluaran untuk akomodasi, makanan dan minuman, dan kriya tangan.

Pengeluaran peserta IMF-WB AM 2018 lebih tinggi dibandingkan wisatawan asing biasa. Berdasarkan catatan Bappenas, rata-rata pengeluaran peserta pertemuan tahunan mencapai US$2.797 per orang atau lebih dari dua kali lipat wisatawan asing biasa, US$1.200 per orang.

Menurut Bambang, keberhasilan penyelenggaraan IMF-WB AM 2018 dan kesan yang baik dari peserta akan meningkatkan potensi pariwisata di Indonesia ke depan. Paling tidak, dunia internasional mengetahui bahwa Indonesia mampu menggelar kegiatan internasional berskala besar.

"Tidak sembarang negara berani menjadi tuan rumah mega event apalagi negara yang sukses menyelenggarakan," ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung ada Oktober lalu ini diikuti oleh 34.761 peserta, yang terdiri dari kategori delegasi 3.461 peserta dan non-delegasi 31.120 peserta. Jumlah delegasi tersebut merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan IMF-WB AM.

Jika dirinci, dari total peserta delegasi, sebanyak 2.969 peserta merupakan peserta dari mancanegara dan 672 dari domestik. Kemudian, dari total peserta non delegasi, sebanyak 5.382 peserta berasal dari mancanegara dan 25.738 sisanya berasal dari domestik.