Sektor Pariwisata Diyakini Tekan Defisit Transaksi Berjalan

TANGGAL :
Rabu, 19 Desember 2018

JAM NAIK BERITA :
09:51:00

MEDIA :
Metrotvnews.com

JOURNALIST :
Nia Deviyana

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman

TONE :
Pro

TOPIC :
Dampak Ekonomi AM IMF 2018

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Kemenko Kemaritiman optimistis sektor pariwisata bisa memberi kontribusi untuk menekan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) pada tahun depan. Hal itu yang membuat pemerintah terus memaksimalkan pertumbuhan industri pariwisata di Tanah Air.
Selain itu, kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, program B20 tentunya sudah bisa memberikan hasil "Saya yakin pariwisata kita tahun depan bisa hasilkan USD7 miliar. Kemudian dari B20, kemungkinan (pemasukan) USD6 miliar-USD7 miliar," ujarnya, saat ditemui di Bappenas, Selasa, 18 Desember 2018.

Bahkan, Luhut yakin Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diberlakukan pemerintah bisa menghemat devisa yang nantinya bisa dialokasikan untuk menggarap pembangunan infrastruktur. "Jadi kalau tahun ini CAD kita kurang dari tiga persen, saya kira tahun depan lebih bagus," tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mengurangi CAD, tidak cukup dilakukan dalm satu periode pemerintahan.

Adapun Bappenas telah menetapkan strategi untuk menekan CAD yang akan masuk dalam RPJMN 2020-2024, antara lain terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan memberi nilai tambah pada bahan mentah yang diekspor.

"Kita akan fokus ke pembangunan SDM dan melakukan transformasi ekonomi dari perekonomian yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi perekonomian yang berbasis nilai tambah dan teknologi," pungkas Bambang.