Rilis 3 FMB Palembang : Kerek Kesejahteraan, Rektor Unsri Ingatkan Empat Penopang Pembangunan Desa

TANGGAL :
Senin, 4 Februari 2019

JAM NAIK BERITA :
16:49:24

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Pengentasan Kemiskinan di Sumsel

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


PALEMBANG (4/2/2019): Pemerintah tak hentinya mengupayakan sejumlah terobosan demi bisa mengentaskan kemiskinan. Di antaranya berbasis pembangunan desa. Diyakini, ada empat penopang pembangunan desa.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa di Sumatra Selatan", bertempat di Pendopo Griya Agung, Palembang, Sumatra Selatan, Senin (4/2/2019).
“Menurut saya, pembangunan desa itu ada empat penopang. Pertama, sarana prasarana yaitu akses jalan. Lalu kedua, pendidikan. Ketiga, sarana kebersihan. Sedangkan yang keempat, kesehatan,” tuturnya.
Terkait akses jalan, Anis meniai, hal itu sangatlah penting. “Bagaimana bisa diberdaya kalau jalan tidak baik,” katanya.
Sedangkan soal pendidikan, Anis menegaskan bahwa yang dimaksud tidaklah harus dengan menjadi sarjana. “Karena kan sebenarnya S-3 itu untuk pemikir, pembuat konsep. Nah kalau negara ini S-3 semua, maka malah akan menjadi konseptor semua,” ujarnya.
Yang terakhir, diingatkan Anis, adalah pilar kesehatan. Dimana, menurut dia, pemerintah bersama pihak terkait setempat telah memberikan sentuhan yang berarti untuk masalah kesehatan.
Selain empat penopang yang dianggap penting itu, Anis menekankan bahwa penciptaan produk kreatif menjadi target dari upaya pencapaian pembangunan. Bukan lagi, sambung dia, bicara produk hasil bumi.
“Oleh karena itulah, membangun SDM di bidang sosial, pembangunan komunitas, kependudukan, dan agama ini penting. Melalui pembangunan agama, di antaranya radikalisme mampu terkikis,” katanya.
Perekonomian berbasis rakyat, menurut Anis, juga penting. Di mana, kata dia, rakyat diberikan akses usaha. “Jadi apa yang dimiliki, dikelola sendiri, dibimbing, sehingga nanti baru difasilitasi, bukannya mereka disuruh jual bahan mentah,” katanya.
Selain berorientasi pada pembangunan home industry bagi rakyat, Anis mengatakan, juga perlu untuk menopang pengembangan industri pariwisata di Palembang. “Ini mengingat potensi pariwisata Palembang sangat luar biasa. Sehingga memang harus ada percepatan perbaikan pola kehidupan masyarakat. Selain itu, kita juga memiliki banyak mahasiswa binaan yang aktif di bidang kreatif,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 hasil kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kantor Staf Presiden kali ini antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi, Wakil Gubernur Sumatra Selatan Mawardi Yahya.
Acara FMB 9 juga bisa disaksikan juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).