BNPB: 1500 Sekolah Telah Jalankan Program Kebencanaan

TANGGAL :
Sabtu, 9 Februari 2019

JAM NAIK BERITA :
06:46:40

MEDIA :
Akurat.co

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Lilik Kurniawan, Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB

TONE :
Pro

TOPIC :
Potensi dan Mitigasi Kebencanaan

CATEGORY :
BNPB

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Tingginya korban jiwa akibat bencana di Indonesia berkorelasi dengan kondisi geografis yang memang terletak di kawasan rawan bencana -ring of fire-. Pengetahuan mitigasi bencana lantas diperlukan demi meminimalisir jatuhnya korban.
Lewat program kebencanaan pada sekolah dan madrasah yang terus disosialisasikan Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pendidikan, ke depan akan ada payung hukum untukditerapkan serentak di seluruh daerah.

"Sekarang sudah hampir 1500 sekolah," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertema ‘Potensi dan Mitigasi Kebencanaan’ di Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Ia menerangkan, sedikitnya 250.000 sekolah ada di daerah rawan bencana. Pihaknya, sambung Lilik, memiliki tiga pilar dalam melakukan program kebencanaan di sekolah. Pertama, lewat fasilitas di sekolah.

"Kita petakan betul sekolah-sekolah yang rawan bencana itu kemudian kita lihat fasilitasnya sudah cukup belum? Dia harus memperkuat struktur sekolahnya, termasuk kita lihat betul pintunya berapa menghadap ke mana, sehingga anak-anak kita kalau ada bencana dia bisa cepat keluar ke tempat yang aman," jelasnya.

Kedua, manajemen penanggulan bencana di sekolah. Lilik menuturkan baik guru maupun murid harus betul-betul paham di mana tempat yang aman di sekolah mereka.

"Titik kumpul ada di situ, jalur-jalur evakuasi harus dibuat disitu," tukasnya.

Pilar ketiga berkaitan dengan kurikulum yang ada. Lilik menyatakan di daerah rawan tsunami misalnya, muatan lokal tentang kebencanaan sangat diperlukan.

"Makanya, muatan lokal ditambahkan dengan keterampilan yang ada," katanya.

Lilik mengungkapkan, program kebencanaan di sekolah sudah ada sejak tahun 2012. Tapi ia akui, tidak semasif sekarang.