PVMBG Sudah Petakan Kawasan Rawan Bencana.

TANGGAL :
Sabtu, 9 Februari 2019

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
Dunia.news

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Potensi dan Mitigasi Kebencanaan

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

JAKARTA — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menciptakan peta area rawan bencana geologi. Ini sebagai acuan pemerintah wilayah dalam mengembangkan wilayahnya.
“Peta area rawan bencana (KRB) ini telah diinformasikan ke daerah. Peta KRB ini menjadi acuan dalam pengembangan sebuah wilayah,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema Potensi dan Mitigasi Kebencanaan, di Jakarta, Jumat (8/2).

Sejauh ini, kata dia, Badan Geologi sudah memetakan wilayah rawan gempa bumi maupun gunung berapi di semua Indonesia. PMBG menulis dari tahun 1990-an hingga 2004, tidak sedikit gempa melanda di distrik timur. Akan tetapi sesudah tahun 2004, jumlah gempa terbanyak bergeser ke barat.

Adapun potensi rawan erupsi gunung berapi, Badan Geologi memonitor 70 dari 127 gunung api aktif yang terbentang dari barat sampai timur Indonesia. “Badan Geologi mengerjakan hal ini sebagai unsur dari mitigasi bencana geologi laksana gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor,” ucapnya.

Pemetaan area rawan bencana ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah korban dan kehancuran infrastruktur. Ia melafalkan wilayah Palu, Sulawesi Tengah pun sudah dikaji dan dipetakan oleh Badan Geologi sebagai area rawan gempa dan berpotensi tsunami maupun likuifaksi.

“Beberapa wilayah memang kita dapat menghindari. Tadi sudah disebut-sebut daerah-daerah rawan tsunami seluruh wilayah sudah dipetakan khususnya di pantai unsur selatan Jawa dan barat Sumatera memang rawan” ungkap Hendra Gunawan.

Sebagian distrik Jawa Barat pun tergolong sangat tinggi risiko bencana tanah longsor menilik curah hujan tinggi serta tidak sedikit warga bermukim di lereng bukit dan pegunungan. Hendra menerangkan, pihak PVMBG Badan Geologi merealisasikan strategi mitigasi secara umum dengan mengidentifikasi potensi, meneliti lalu dibuatkan peta area rawan bencana.

“Kami menciptakan peta bencana, dapat dilihat dari situs Badan Geologi, di sini dapat dilihat update data teknis dari longsor erupsi gunung berapi. Badan Geologi pun bekerja sama dengan BMKG. Di samping web, kami pun membuat pun network application dan dapat diunduh di Google Play” ungkap Hendra.