Harga Melorot, Begini Skenario Pemerintah Tolong Petani Karet

TANGGAL :
Rabu, 20 Maret 2019

JAM NAIK BERITA :
16:49:50

MEDIA :
Medanbisnisdaily.com

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Hilirisasi Produk Daerah

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Medan. Sejumlah skenario dipersiapkan pemerintah pusat untuk menolong petani karet yang menjerit akibat penurunan harga. Deputy Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir menjelaskan skenario itu pada diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (20/3/2019).
Kata Iskandar, bersama Kementerian PUPR pihaknya sudah bersepakat menggunakan karet sebagai campuran untuk aspal. Di sejumlah ruas jalan campuran tersebut akan digunakan.

"Seperti di bantalan-bantalan jalan, di tempat semacam itu karet akan digunakan untuk pengaspalan. Dengan demikian petani yang dirugikan akibat turunnya harga karet akan tertolong," ujarnya.

Skenario kedua, ungkapnya, adalah dengan menjalin kesepakatan pengendalian produksi ke pasar dunia antara Indonesia, Thailand dan Malaysia. Ketiga negara tersebut merupakan produsen karet terbesar di dunia, yakni 90%.

"Sudah ada MoU atau kesepakatan, tinggal melaksanakan," tegas Iskandar.

Skenario berikutnya adalah melakukan replanting atau penanaman kembali tanaman karet yang saat ini ada. Seperti pola replanting di perkebunan kelapa sawit, hal itu akan diterapkan di perkebunan karet. Termasuk soal pendanaannya.

"Dengan replanting nantinya produktivitas tanaman karet akan meningkat dua hingga tiga kali," terang Iskandar.

Harga jual getah karet di tingkat petani di Sumut saat ini berkisar Rp 7.000-Rp 7.500/Kg. Petani berharap harga naik di atas Rp 10.000/Kg.