Kemenko : pembangunan infrastruktur dan hilirisasi produk dorong perekonomian

TANGGAL :
Rabu, 20 Maret 2019

JAM NAIK BERITA :
17:22:27

MEDIA :
Antaranews.com

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Hilirisasi Produk Daerah

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 45.000.000

AD :
Rp. 15.000.000

LINK ORIGINAL :

Medan (ANTARA) - Deputi BIdang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, program hilirisasi produk, dan peningkatan perdagangan antardaerah menjadi pendorong utama perekonomian nasional.
"Untuk itu Sumut juga harus mendorong langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah pusat dalam membangun infrastruktur, hilirisasi produk, dan perdagangan antardaerah," ujarnya pada acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu, yang diikuti ratusan peserta khususnya wartawan.

Diskusi media FMB9 yang diinisiasi Ditjen Kementerian Kominfo menghadirkan narasumber Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir dan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi Rully Indrawan serta Sekretaris Daerah Pempov Sumut Sabrina.

Menurut dia, pembangunan jalan tol misalnya akan mempercepat lalu lintas barang . "Makanya pemerintah menilai pembangunan jalan Tol Trans Sumatera menjadi proyek yang sangat strategis dalam mendorong perdagangan antarwilayah di Sumatera seperti Sumut," katanya.

Apalagi, ujar Iskandar Simorangkir, data menunjukkan bahwa antara barang keluar dan masuk ke Sumatera berimbang sama besarnya.

Sekda Provinsi Sumut, Sabrina .mengakui hilirisasi produk daerah di Sumut sudah berkembang dan punya peluang besar untuk ditingkatkan. "Peluang besar untuk ditiingkatkan karena banyak produk yang dihasilkan termasuk berorientasi ekspor," katanya.

Untuk terus mengembangkan produk unggulan, Pemprov Sumut sudah memetakan produk unggulan berdasarkan wilayah.

Wilayah pantai timur misalnya ada lima potensi utama yakni industri pengolahan perikanan, pengolahan pertanian dan perkebunan, manufaktur, pariwisata mangrove, dan perdagangan dan jasa.