Hilirisasi Produk Sumut Berpeluang Besar Ditingkattkan

TANGGAL :
Kamis, 21 Maret 2019

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
Mimbarumum.co.id

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Hilirisasi Produk Daerah

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Perdagangan antar daerah dari 34 provinsi di Indonesia, selain kompleks juga memiliki peran sangat besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, strategi perdagangan yang perlu diterapkan adalah memperkuat pasar domestik dengan model ekonomi negara kepulauan.

Sejalan dengan meningkatnya perdagangan antar daerah, program hilirisasi produk unggulan daerah pun menjadi penting dilaksanakan. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah bagi produk unggulan hingga ratusan persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si mengatakan hilirisasi produk daerah di Sumatera Utara telah berkembang dengan baik. Serta masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan.

Hal tersebut disebabkan Sumut memiliki ketersediaan bahan baku untuk dilakukan penghiliran atau diproses menjadi bahan jadi.

“Sumatera Utara memiliki bahan atau sumber daya yang cukup besar potensinya, misalnya saja CPO Sumatera Utara yang memiliki banyak turunan produknya hingga 80 jenis tapi belum dikembangkan di sini,” kata Sekdaprov Sumut.

Ia berbicara saat menjadi narasumber pada acara diskusi media “Hilirisasi Produk Daerah dan Perdagangan Antar Daerah di Sumatera Utara” yang digelar oleh Forum Merdeka Barat 9, di Aula Raja Inal Siregar, KantorGubsu Lt 2, Medan, Rabu (20/3/19).

Menurut Sekdaprov Sumut, hilirisasi membuat pergerakan ekonomi Sumut cukup baik. Produk hilir mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian Sumut. Saat ini, sektor terbesar penggerak perekonomian di Sumut yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Pertumbuhan ekonomi Sumut selalu di atas rata-rata nasional, dampak daripada bergeraknya industri pengolahan yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain itu Sekdaprov Sumut juga menyebut neraca perdagangan Sumatera Utara saat ini juga surplus. “Kita masih lebih banyak ekspor ketimbang impor,” katanya.