Harga Karet Turun Akibat Susah Jual ke Luar Negeri

TANGGAL :
Kamis, 21 Maret 2019

JAM NAIK BERITA :
00:00:00

MEDIA :
Sumuttimes.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Iskandar Simorangkir , Deputi Bid. Koordinasi Ekonomi Makro Kemenko Perekonomian

TONE :
Pro

TOPIC :
Hilirisasi Produk Daerah

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 9.000.000

AD :
Rp. 3.000.000

LINK ORIGINAL :

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuanga Dr. Iskandar Simorangkir, SE, MA menanggapi terkait harga karet di Indonesia semakin menurun pada acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema hilirisasi dan perdagangan antar daerah pada Rabu (20/3) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Lt. 2, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Madras Hulu Medan Polonia Kota Medan.
"Bahwa karet sudah di putuskan dalam rapat PUPR itu dengan ruas - ruas tertentu. Dan saya lupa ruasnya karena bukan bidang saya. Karena ruasnya yang tau itu gumus nanti yang tau mungkin bisa kalian tanya," ujarnya

Untuk mengakat harga karet agar petani karet sejahtera maka salah aatu solusi yang dibuat adalah dengan mengcampur karet dengan aspal. Bantalan-bantalan dijalan tersebut juga akan dilapisi dengan karet.

Pemerintah juga bekerjasama dengan negara Thailand dan Malaysia dengan perhitungan bahwa negara Indonesa 90 % penghasil karet dunia.

"Dengan kerja sama ini pasti semakin solid negara produser itu maka kita melepas saat produksin karet kita sehingga harganya stabil," ungkapnya.

Dalam jangka menengah, banyak karet - karet yang produktifitasnya rendah khususnya karet-karet layaknya akan direncanakan untuk dilakukan replenting karet yang bibitnya bagus yang produktifitas tinggi tanpa menambah lahan.

"Kalau kita bandingkan bisa naik 2-3 kali produktifitasnya perusahaan nasional yang menanam karet di banding dengan punya rakyat," singkatnya.