Rilis 4 FMB 9: Duta Besar LBBP RI untuk Brasil (2010-2015) Sudaryomo Hartosudarmo Pindah Ibu Kota Bukan Hal Baru

TANGGAL :
Rabu, 10 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
12:03:28

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


JAKARTA (19/7/2019) - Memindahkan ibu kota, bukan hal yang baru. Ada yang membangun baru, ada yang memindah ibu kota ke kota lain. Ide pindah ibu kota bagi Indonesia juga sudah lama, sejak Presiden Soekarno. "Banyak negara sudah melakukannya," kata Duta Besar LBBP RI untuk Brasil (2010-2015) Sudaryomo Hartosudarmo, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman negara Sahabat", bertempat di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Pemindahan ibu kota Brasil, lanjut Sudaryomo, berhasil menumbuhkan sedikitnya 20 kota satelit di sekitar Brasilia. "Sebagai ibu kota, Brasilia juga memiliki pertumbuhan sangat bagus," katanya.

Brasil sudah beberapa kali memindahkan ibu kota. Awalnya, ibu kota Brasil di Bahia yang letaknya di bagian utara Brasil. Kemudian pindah ke Rio de Janeiro. setelah dua ratus tahun, pindah ke Brasilia. "Saat pindah ke Brasilia, ekonomi Brasil mirip dengan Indonesia, yakni tengah booming, saat tumbuh pesat dan pembangunan infrastruktur yang besar-besaran," tambah Sudaryomo.

Kota Brasilia, jelas Sudaryomo, dirancang sangat futuristik. Kota yang luar biasa. "Mengutip astronot Yuri Gagarin saat pertama datang ke Brasilia, saat pertama ke Brasilia seperti mendarat di planet yang lain. Itu karena desainnya yang futuristik, serba modern dan terencana dengan baik," katanya

Kota Brasilia di desain seperti badan pesawat. Kota yang direncanakan dengan baik. Pusat pemerintah ada di bagian badan, sementara pusat-pusat bisnis ada di bagian sayap.

Menurut Sudaryomo banyak persamaan antara Brasil dan Indonesia. Keduanya merupakan negara dengan penduduk multi etnik. Indonesia multi etniknya sukunya, seperti Jawa sampai Papua. Sedangkan Brasil semua bangsa ada di sana.

"Masyarakatnya sangat toleran. Saya merasa sangat nyaman bertugas di Brasil. Pengalaman yang luar biasa, yang berbeda dengan teman teman dubes di negara di sekitar Brasil," jelas Sudaryomo.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Menteri PPB/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).