Indonesia Belajar Dari Keberhasilan Brasil

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
07:27:18

MEDIA :
Media Indonesia

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Sudaryomo Hartosudarmo, Duta Besar LBBP RI untuk Brasil

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 108.108.000

AD :
Rp. 36.036.000

FILE ORIGINAL :


Mentei Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro optimistis rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa bakal mengurangi ketimpangan perekonomian. Bambang menyebut Brasil sebagai contoh negara yang berhasil melaksanakan kebijakan tersebut.
“Ide pemindahan ibu kota di Brasil mirip Indonesia. Kita ingin adanya pemerataan pem- bangunan antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa,” ujarnyadi sela-sela diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Jakarta, kemarin.

Menurut dia, peluang untuk merealisasikan pemerataan perekonomian di Tanah Air bisa meniru Brasil. Ketika itu, di era 1950 dan 1960, ibu kota Brasil berpindah dari Salvador ke Rio de Janeiro dan kemudian dipusatkan di Brasilia. “Walhasil, banyak daerah pedalaman seperti Amazon yang merasakan dampak positifnya, ujarnya.

Selain Brasil, tambah Bambang, beberapa negara sahabat yang juga berhasil memindahkan ibu kotanya ialah Malaysia, Korea Selatan, Kazakhstan, Nigeria, Australia, dan Pakistan. Diharapkan, nantinya denyut perekonomian tidak hanya di Jakarta, tapi menyebar ke penjuru wilayah, seperti Brasil yang terpusat di Rio de Janeiro dan Sao Paolo.

“Apalagi Indonesia punya keunikan dan berbeda dengan negara yang sudah memindahkan ibu kotanya, yakni satu-satunya negara kepulauan dan terbesar didunia. Kita memindahkannya juga antarpulau dan sebenarnya mirip Brasil meski di sana adalah negara kontinental,” katanya.

Bambang menyebutkan pemerintah akan memfokuskan tiga hal strategis sebelum memindahkan ibu kota ke Kalimantan. “Pengembangan industrialisasi di luar Pulau Jawa, pengembangan kawasan ekonomi baru, dan pengembangan 6 kota metropolitan menjadi 3 fokus pemerintah sebelum memindahkan ibu kota,” katanya.

Duta Besar LBBP RI untuk Brasil periode 2010-2015, Sudaryomo Hartosudarmo, menyampaikan hal senada. Menurutnya, Brasil dan Indonesia punya kesamaan dalam hal multietnik yang dapat memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Di Brasilia itu semua subetnik ada sehingga kotanya menjadi betul-betul metropolitan yang mencerminkan keberagaman berbagai bangsa, serta jadi pusat pertumbuhan ekonomi. Padahal dulu kota itu sepi dan kini jauh berkembang,” terang dia.

Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa menambahkan, Brasil merupakan negara dengan populasi penduduk lebih kecil ketimbang Indonesia. Namun, seiring waktu Brasilia pun berkembang jadi pusat perekonomian dan pariwisata.

“Pemindahan ibu kota ke Brasilia juga menarik minat masyarakat untuk pindah mencari pekerjaan yang lebih baik. Itu karena di Brasilia bisnis dan ‘ekonomi telah tumbuh berkembang,” pungkasnya.