Lokasi Ibukota Baru Segera Ditetapkan

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
08:18:37

MEDIA :
Harian Kontan

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 58.905.000

AD :
Rp. 19.635.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Rencana pemindahan ibukota negara terus bergulir. Meskipun belum menetapkan lokasi, pemerintah memastikan konsep pembangunan ibu kota baru nantinya adalah forest city atau konsep kota yang ramah lingkungan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan, dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan wilayah mana yang akan dijadikan sebagai ibukota baru. "Pemindahan ibukota ke wilayah Kalimantan, tidak mengurangi hutan lindung yang ada," kata Bambang, Rabu (10/7), tanpa memerinci lokasinya.

Dalam catatan KONTAN, Presiden Joko Widodo telah mengunjungi tiga tempat di Pulau Kalimantan yang akan menjadi alternatif pemindahan ibukota. Pertama di Bukit Soeharto yang berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kedua, Bukit Nyuling yang berada di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Ketiga Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Bambang menyatakan, pemindahan ibukota nantinya tidak akan mengganggu tatanan sosial atau kebudayaan yang ada di Kalimantan. Sebab, pembangunannya di atas lahan yang tidak ditinggali warga setempat sebelumnya.

Pemerintah ingin ibukota baru tersambung dengan jaringan pipa gas untuk memenuhi kebutuhan energi bagi rumah tangga. Selain itu ada jaringan air bersih yang memadai, sehingga ke depan tidak ada permasalahan mengenai kurangnya pasokan air bersih ke rumah tangga.

Saat ini pemerintah tengah berkomunikasi dengan pihak swasta dalam pembangunan ibukota baru tersebut. Menurut Bambang, tidak hanya swasta yang bisa bekerjasama, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memiliki kesempatan yang sama. "Kami sudah komunikasi dengan Real Estate Indonesia (RED, intinya mereka siap masuk," ujar Bambang.

Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa memberikan masukan kepada Indonesia berdasarkan pengalaman Brasil memindahkan ibukotanya. Brasilia yang baru jadi ibukota Brasil sejak 1960, kini jadi wilayah pendapatan per kapita terbesar setelah 50 tahun lebih.