Pemindahan Ibu Kota RI Belajar Dari Brasil

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
08:42:19

MEDIA :
Pikiran Rakyat

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Rubem Barbosa, Duta Besar Brasil untuk Indonesia

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 66.990.000

AD :
Rp. 22.330.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Indonesia belajar dari Brasil yang telah menerapkan kebi- jakan pemindahan ibu kota. Dalam rencana tersebut, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa pemindahan ibu kota tidak akan mengurangi hutan lindung.
”Kita ingin ibu kota baru yang Indonesiasentris, memicu pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan. Ibu kota baru harus didesain dan dipikirkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bagaimanapun, Jakarta didesain dan dibangun oleh pemerintah kolonial, VOC, Hindia. Belanda, dijadikan pusat, pemerintahan dan diteruskan menjadi ibu kota negara hingga saat ini,” ujar Bambang dalam diskusi dengan tema "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat” di Kementerian PPN/Bappe- nas, Rabu (10/7/2019).

Menurut Bambang, ibu kota baru tersebut akan dibangun dengan khusus serta memiliki tata kota dan urban planning yang sangat baik untuk penghuninya. Oleh karena itu, kita harus belajar dari yang sudah berhasil memindahkan ibu kota, salah satunya Brasil,” ujarnya.

Bambang mengatakan, lokasi ibu kota tersebut rencanan, dipindahkan ke Kalimantan. Selain ketersediaan lahan luas, Pulau Kalimantan juga relatif bebas bencana serta lebih Indonesia sentris.

"Indonesia tengah itu ada di Selat Makassar, tetapi Sulawesi masih rentan gempa dan tsunami. Jadi pilihannya Kalimantan,” kata Bambang.

Dia mengatakan, ide pemindahan ibu kota baru bukan hal yang baru sama sekali. Dalam 100 tahun, lebih dari 30 negara sukses memindahkan ibu kota.

”Selain Brasil, banyak negara memindahkan ibu ke Malaysia yang pusat adi trasinya ke Putrajaya. Korea Selatan dari Seoul ke Sejong. Kazakstan dari Almaty ke Astana, juga Australia ke Canberra. Pakistan, Nigeria, bahkan Mesir juga pernah memindahkan ibu kota. Namun, Indonesia punya satu keunikan, satu-satunya negara kepulauan terbesar di dunia. Kita akan pindahkan ibu kota antara pulau,” ucapnya.

Dia menegaskan, pemindahan ibu kota tidak akan mengurangi luas hutan lindung. Sebaliknya, pembangunan ibu kota baru justru mendorong reforestasi di Kalimantan.

Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa mengatakan, pemindahan ibu kota negaranya tidak hanya untuk pemerataan ekonomi tetapi juga sebaran penduduk. Sepuluh tahun awal setelah pemind: han ibu kota, pertumbuhan penduduk Brasil mencapai 14,4 persen pertahun dibandingkan dengan Rio de Janeiro yang hanya 4,2 persen per tahun.

”Terkait pemindahan ibu kota Brasil ke Brasilia, ide awalnya adalah untuk menyebarkan populasi masyarakat Brasil agar menjadi lebih imbang. Sebagai ukuran sukses pemindahan ibu kota, saat ini Brasilia memiliki pendapatan perkapita tertin6 di Brasil. Brasilia juga berja: bagi penyebaran agribisnis karena peran sentralnya sebagai kota di tengah-tengah negara Brasil,” ujarnya.