RI Bisa Belajar Dari Pengalaman Brasil

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
08:48:14

MEDIA :
Koran Jakarta

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas,Sudaryomo Hartosudarmo, Duta Besar LBBP RI untuk Brasil

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
Kementerian PPN/Bappenas

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 85.050.000

AD :
Rp. 28.350.000

FILE ORIGINAL :


Jakarta - Pemerintah berharap pemindahan ibu kota negara dapat mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa. Karena itu, Indonesia dinilai bisa belajar dari pengalaman Brasil memindahkan ibu kotanya ke Brasilia dari Rio de Janeiro sekitar 59 tahun lalu.
Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyatakan ibu kota baru harus didesain dan dipikirkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Dia menambahkan, Jakarta dibangun dan didesain oleh pemerintah kolonial, VOC, Hindia Belanda sebagai pusat pemerintahan, dan kemudian diteruskan menjadi ibu kota negara hingga saat ini. “Kita ingin bangun dengan kemampuan sendiri. Ibu kota yang dibangun secara khusus dan memiliki tata kota dan urban planning yang sangat baik dan nyaman untuk penghuninya,” ujar Bambang dalam diskusi bertema Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat, di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (10/7). Bambang mengatakan ide pemindahan ibu kota bukan hal baru. Dalam 100 tahun, lebih dari 30 negara sukses memindahkan ibu kota. Sejarah mencatat, setiap 3-4 tahun terjadi pemindahan ibu kota, bahkan akhir-akhir ini berlangsung hampir setiap dua tahun sekali.

Menurut Mantan Menteri Keuangan itu, Indonesia harus belajar dari negara yang sudah berhasil memindahkan ibu kota, salah satunya Brasil. Selain Brasil, banyak negara memindahkan ibu kota. Malaysia yang pusat administrasinya ke Putrajaya. Korea Selatan dari Seoul ke Sejong. Kazakhstan dari Almaty ke Astana, juga Australia ke Canberra.

Namun, Indonesia punya satu keunikan, satu-satunya negara kepulauan terbesar di dunia. Menurut Bambang, ada satu alasan pemindahan ibu kota yang mungkin mirip dengan Brasil, meskipun Brasil kontinen.

Pemerataan Penduduk Awalnya, pemindahan ibu kota Brasil dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada 1960 bertujuan untuk memeratakan sebaran penduduk Brasil. Alhasil, sepuluh tahun awal pascapemindahan ibu kota negara, per- tumbuhan penduduk Brasilia mencapai 14,4 persen per tahun dibandingkan Rio de Janeiro yang hanya 4,2 persen pertahun.

Tak hanya pemerataan sebaran penduduk, pemindahan tersebut juga berhasil memacu perekonomian di Brasilia dan sekitarnya. “Saat ini, Brasilia memiliki pendapatan per kapita tertinggi di Brasil. Brasilia juga berjasa bagi penyebaran agribisnis karena peran sentralnya sebagai kota di tengah- tengah negara Brasil” jelas Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Rubem Barbosa.

Mantan Duta Besar LBPP RI untuk Brasil, Sudaryomo Hartosudarmo, mengungkapkan tak ada kerugian ekonomi yang dialami Rio de Janeiro akibat pemindahan ibu kota, sedangkan Brasilia mengalami dampak positif signifikan.

10 Negara Yang Sukses Pindahkan Ibu Kota

1 Inggris Winchester ke London 1066 2 Amerika Serikat New York ke Washington DC 1800 3 India Delhi ke New Delhi 1911 4 Australia Melbourne ke Canberra 1913 5 Rusia St. Petersburg ke Moskow 1918 6 Pakistan Karachi ke Islamabad 1959 7 Brasil Rio de Janeiro ke Brasilia 1960 8 Kazakhstan Almaty ke Astana 1997 9 Malaysia Kuala Lumpur ke Putrajaya 1999 10 Myanmar Yangon ke Naypyidaw 2005