Pemerintah akan Fokus 3 Hal Sebelum Memindahkan Ibu Kota

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
10:38:40

MEDIA :
Inventori.co.id

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Bappenas

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 16,800,000

AD :
Rp. 50,400,000

FILE ORIGINAL :


Jakarta – Pemerintah menyatakan akan fokus kepada tiga hal sebelum merealisasikan wacana memindahkan ibu kota, guna mengurangi ketimpangan yang terjadi di Jawa dan luar Jawa.
"Kita lima tahun ke depan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi ketimpangan ini," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (10/7).

Bambang mengatakan ketimpangan yang terjadi antara Jawa dan luar Jawa cukup terlihat. Dia mencontohkan tentang perekonomian Indonesia, di mana 58% di antaranya berpusat di Pulau Jawa. Sementara 42% sisanya tersebar di wilayah luar Jawa.

"Bahkan kalau kita spesifik di daerah Jabodetabek atau di daerah metropolitan Jakarta, maka kontribusi ekonominya kira-kira seperlima atau 20% ekonomi Indonesia ada di Jakarta," ujar dia.

Menteri mengatakan untuk mengurangi ketimpangan tersebut, Pemerintah akan memfokuskan kepada tiga hal, yakni pengembangan industrialisasi di pulau lain selain pulau Jawa, pengembangan kawasan ekonomi baru, serta mengembangkan enam kota metropolitan di luar jawa.

Mengenai pengembangan industrialisasi di luar Jawa, Bambang mengatakan, Pemerintah akan melakukan hilirisasi sumber daya alam yang ada di luar Jawa. "Apakah itu di Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi, dan ini hilirisasi yang terkait dengan hasil tambang maupun hasil perkebunan," ujar dia.

Selanjutnya, tentang pengembangan kawasan ekonomi baru, Bambang menyebut bahwa pengembangan tersebut akan di lakukan di berbagai kawasan strategis, seperti kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, maupun kawasan pariwisata.

Terakhir, mengenai pengembangan enam kota metropolitan, Bambang menyampaikan bahwa keenam kota tersebut adalah Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar.

Bambang mengatakan pengembangan enam wilayah tersebut diharapkan dapat menjadi simpul-simpul ekonomi baru yang lebih besar dibandingkan pada saat ini.

Pada kesempatan ini, Bambang juga mengulang bahwa wacana pemindahan bukan wacana dan hal yang baru karena sudah digaungkan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto sebelumnya.