Sudaryono: Pindah Ibu Kota, Ciptakan 20 Kota Satelit Baru

TANGGAL :
Kamis, 11 Juli 2019

JAM NAIK BERITA :
20:34:19

MEDIA :
Suaratangerang.com

JOURNALIST :
Redaksi

NARASUMBER :
Sudaryomo Hartosudarmo, Duta Besar LBBP RI untuk Brasil

TONE :
Pro

TOPIC :
Pemindahan Ibu Kota

CATEGORY :
-

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :
Rp. 15.000.000

AD :
Rp. 5.000.000

LINK ORIGINAL :

Jakarta - Memindahkan ibu kota, bukan hal yang baru. Ada yang membangun baru, ada yang memindah ibu kota ke kota lain. Ide pindah ibu kota bagi Indonesia juga sudah lama, sejak Presiden Soekarno.
“Banyak negara sudah melakukan, pemindahan ibu kota. Yang dilakukan Brasil, memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brasilia, adalah contoh yang berhasil dan bisa dijadikan perbandingan,” jelas Duta Besar LBBP RI untuk Brasil (2010-2014) Sudaryomo Hartosudarmo.

Dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman negara Sahabat”, bertempat di Ruang Rapat Benny S Mulyana, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (10/7), Sudaryomo menambahkan, pemindahan ibu kota Brasil berhasil menumbuhkan sedikitnya 20 kota satelit di sekitar Brasilia. “Sebagai ibu kota, Brasilia juga memiliki pertumbuhan ekonomi sangat bagus,” katanya.

Negara Brasil sudah beberapa kali memindahkan ibu kota. Awalnya, ibu kota Brasil di Bahia yang letaknya di bagian utara Brasil. Kemudian, setelah berjalan dua ratus tahun, ibu kota Brasil pindah ke Rio de Janeiro.

Ibu kota kedua Brasil tersebut bertahan 200 tahun. Selanjutnya, dengan alasan untuk memajukan ekonomi, pemerintah Brasil memindahkan ibu kota negara kontinental itu ke kawasan baru di pedalaman yang disebut Brasilia.

“Saat pindah ke Brasilia, ekonomi Brasil mirip dengan Indonesia, yakni tengah booming, saat tumbuh pesat dan pembangunan infrastruktur yang besar-besaran,” tambah Sudaryomo.

Kota Brasilia, jelas Sudaryomo, dirancang sangat futuristik. Kota yang luar biasa indah. “Mengutip astronot Yuri Gagarin saat pertama datang ke Brasilia, saat pertama ke Brasilia seperti mendarat di planet yang lain. Itu karena desainnya yang futuristik, serba modern dan terencana dengan baik,” katanya

Kota Brasilia di desain seperti badan pesawat. Kota yang direncanakan dengan baik. Pusat pemerintah ada di bagian badan, sementara pusat-pusat bisnis ada di bagian sayap.

Menurut Sudaryomo banyak persamaan antara Brasil dan Indonesia. Keduanya merupakan negara dengan penduduk multi etnik. Indonesia multi etniknya sukunya, seperti Jawa sampai Papua. Sedangkan Brasil semua bangsa ada di sana.

“Masyarakatnya sangat toleran. Saya merasa sangat nyaman bertugas di Brasil. Pengalaman yang luar biasa, yang berbeda dengan teman teman dubes di negara di sekitar Brasil,” jelas Sudaryomo.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 yang merupakan inisiasi Kementerian Kominfo ini adalah Menteri PPB/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia Rubem Barbosa.