Rilis 1 FMB 9: Evaluasi Reformasi Birokrasi

TANGGAL :
Kamis, 8 Agustus 2019

JAM NAIK BERITA :
11:34:12

MEDIA :
-

JOURNALIST :

NARASUMBER :

TONE :
Pro

TOPIC :
Smart ASN

CATEGORY :

RUBRIC/PAGES :
Berita

PR :

AD :

FILE ORIGINAL :


JAKARTA - Melayani, bukan dilayani. Itulah yang ditegaskan oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum kepada 6.198 perwakilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) penerimaan tahun 2018 dalam acara Presidential Lecture 2019, di Jakarta, pada 27 Juli 2019.
"Prinsip sebagaimana yang selalu menjadi pegangan anda semua ialah melayani. Jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Banyak PNS zaman dulu itu ingin dilayani, dihormati, mendapat fasilitas yang lebih baik. Itu pikiran masa lalu yang sudah harus berubah," tegas Wapres.

Ya, revolusi mental, termasuk bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), memang sudah digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sejak awal memimpin negeri ini. Sebab, dengan adanya revolusi mental, maka akan terwujud reformasi birokrasi yang bertujuan mengembalikan kepercayaan publik pada Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Nawa Cita.

Tidak hanya berhenti pada 2019, komitmen Presiden Joko Widodo terhadap reformasi birokrasi kembali akan dilanjutkan pada pemerintahannya selama lima tahun ke depan. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat pada saat yang bersamaan, peningkatan daya saing bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi salah satu prioritas sang Kepala Negara.

Saat menyampaikan pidato kebangsaan bertema "Visi Indonesia" di Bogor, Jawa Barat, pada 14 Juli 2019, Presiden menyadari bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis dan penuh perubahan, kecepatan, risiko, kompleksitas, serta kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi.

Oleh sebab itu, agar Indonesia maju, Presiden menegaskan negara ini harus meninggalkan cara- cara dan pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, lembaga, maupun pemerintahan.

"Tidak ada lagi pola pikir lama, kerja linier, kerja rutinitas, kerja monoton, kerja di zona nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif, dan kompetitif," tegasnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin sendiri juga mengakui bahwa ASN merupakan salah satu aset penting dalam penyelenggaraan roda pemerintahan sebuah negara. Terlebih, seperti disampaikan Presiden, saat ini dunia sedang mengadapi era disrupsi teknologi hingga munculnya Revolusi Industri 4.0.

Maka itu, menindaklanjuti komitmen Presiden Joko Widodo, agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lainya di era digital, pihaknya telah merancang sejumlah strategi. Salah satunya adalah membuat peta jalan program Smart ASN yang ditargetkan dapat terwujud pada tahun 2024.

"Pembentukan generasi Smart ASN demi terwujudnya birokrasi berkelas dunia. Generasi ini juga diharapkan dapat mengantisipasi tantangan disrupsi era Revolusi Industri 4.0, di mana digitalisasi birokrasi akan menciptakan pelayanan masyarakat yang semakin optimal, efisien, dan cepat. Smart ASN akan menjadi digital talent dan digital leader seluruh lini terdepan pelayanan pemerintahan,” ujar Menteri Syafruddin.

Lalu seperti apa program Smart ASN ini? Bagaimana perkembangannya? Strategi apalagi yang sedang dijalankan Pemerintah dalam menyiapkan ASN bertalenta dan memiliki kompetensi untuk menghadapi tantangan era digital? Adakah kementerian/lembaga yang sudah sukses dalam melaksanakan manajemen talenta ASN?

Pemerintah akan mengupas tuntas semuanya dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Menimbang Talenta ASN: Siapkah Hadapi Era Digital?", yang akan berlangsung di Ruang Auditorium Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho, Deputi SDMA Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken W, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).