Title : Rilis 6: Kemensos Sudah Gulirkan Dana Perlindungan Sosial Rp1,2 Triliun ke NTB Logo
Date : 2018-08-28 10:06:02
Media : -
Jurnalis :
Narasumber :
Nilai : Pro
Topik : Gempa Lombok 2018
Kategori :
Rubrik : Berita
Rilis 6: Kemensos Sudah Gulirkan Dana Perlindungan Sosial Rp1,2 Triliun ke NTB

Rilis 6: Kemensos Sudah Gulirkan Dana Perlindungan Sosial Rp1,2 Triliun ke NTB
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) merupakan salah satu lembaga pemerintah yang telah melakukan penanganan tanggap darurat dan perlindungan sosial bagi masyarakat korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sejauh ini Kemensos sudah mengeluarkan dana Rp1,2 triliun lebih," ujar Staf Ahli Mensos bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Asep Sasa Purnama.

Hal tersebut diutarakan Asep Sasa Purnama dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Ruang Serba Guna Gedung Utama Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018), pukul 13.00 WIB.
Menurut Sasa, pasca gempa beruntun yang melanda pulau NTB sejak 29 Juli 2018 hingga 19 Agustus 2018, pihak Kemensos bersama Polri menjadi koordinator tim rehabilitasi dan perlindungan sosial pasca gempa. Kemudian ada beberapa lembaga dan kementerian yang membantu dari segi tanggap darurat (Kemendagri), logistik (BNPB dan Kemensos), kesehatan (Kemenkes) dan infrastruktur (PUPR).

Kemensos menjelaskan dalam menyikapi bencana, pemerintah beserta jajarannya sudah menyiapkan tahapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

Terkait dengan jumlah korban dan kerusakan seperti kerap diingatkan Presiden Joko Widodo agar seluruh unsur pemerintah harus bekerja efisien dan tepat sasaran. Oleh karena itu, Sasa menerangkan, pihaknya membentu tim untuk memverifikasi data sampai tanggap darurat berakhir.

Adapun anggaran dan logistik yang disediakan Kemensos antara lain untuk membangun 1.519 Unit Rumah Tinggal Sementara.

Lalu, Kemensos mengkoordinasi pemenuhan kebutuhan makanan: telah dikeluarkan cadangan beras sebesar 100 ton dari Gudang Bulog Provinsi. lalu Beras regular dari Kemensos untuk stok Provinsi NTB.
Di luar itu ada, Sasa menjelaskan pihak Kemensos sembako sebanyak 21.000 paket terdiri dari beras 5 kg dan lauk pauk. Dapur umum lapangan sebanyak 12 titik dan terus berkembang berkat dukungan dari kelompok masyarakat dari luar NTB juga.

Pemerintah juga telah menyalurkan santunan korban wafat 565 orang dan telah diberikan uang duka Rp20 juta atau total Rp8,4 miliar. Santunan duka relawan PMI sebanyak 2 orang sebesar Rp20 juta. Korban meninggal tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, Mataram, Sumbawa, dan Sumbawa Besar.
Selain itu, Kemensos telah menyediakan Dana Jaminan hidup sebesar Rp900.000 per jiwa selama tiga bulan, bantuan isi hunian tetap sebesar Rp3 juta per KK. Kemudian menggelar Layanan dukungan psikososial dengan mengerahkan pendamping di 10 Posko dan dipusatkan di Lapangan Supersemar, Lombok Utara.

Adapun, Kemensos tetap menjalan program Perlindungan Sosial Berkelanjutan dengan memberikan jaminan dan bantuan sosial seperti PKH untuk 325.320 keluarga penerima manfaat dan beras sejahtera (rastra) untuk 473.049 keluaga penerima manfaat.

Hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 bertemakan "Rekonstruksi Fasdas Pascagempa Lombok 2018" ini antara lain Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).
Forum Merdeka Barat 9
Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Infromasi
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110