Title : Rilis 5: BMKG Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Palu Logo
Date : 2018-10-04 16:15:35
Media : -
Jurnalis :
Narasumber :
Nilai : Pro
Topik : Update Tanggap Bencana Sulteng
Kategori :
Rubrik : Berita
Rilis 5: BMKG Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Palu

Rilis 5: BMKG Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Palu
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan pihaknya sudah menyiarkan peringatan dini tsunami saat gempa besar mengguncang Sulawesi Tengah. "Sesar Palu Koro adalah sesar terbesar di Sulwesi. Posisinya membelah pulau Sulawesi di blok timur dan barat. Membentang dari teluk Palu hingga teluk Bone. Sesar ini memiliki pergerakan 4 cm per tahun atau empat kali pergerakan dari sesar Sumatra," ujar Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Demikian disampaikan Daryono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Update Tanggap Bencana Sulteng", bertempat di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Menurut Daryono, Sesar Palu Koro paling aktif karena juga merupakan pertemuan dari laut Banda dan laut Filipina. Ketika terjadi gerakan dan terbangun medan stress yang besar maka terjadilah gempa di Palu tersebut.

Kepala Bidang Informasi Gempa dan Peringatan Dini Tsunami BMKG menerangkan rentetan gempa yang terjadi pada Jumat 28 September 2018, gempa pertama terjadi 15.00 WITA berkekuatan 6,0 SR. Kemudian tim stasiun BMKG Palu turun lapangan untuk mendata kerusakan, tapi baru setengah perjalanan terjadi gempa kuat pada 18.02 WITA berkekuatan 7,7 SR lalu diperbarui menjadi 7,4 SR. "Gempa inilah yang memicu tsunami. Pada pukul 18.06 WITA kita menetapkan peringatan dini Tsunami. Pada pukul 18.08 itu air laut surut lalu pada 18.10 WITA itu terjadi pasang tertinggi hingga 1,5 meter di pelabuhan Pantoloan, inilah tsunami yang dimaksud, kemudian pada pukul 18.14 terjadi gempa lagi 6,3 SR," jelas Daryono.

Tiga rentetan gempa inilah membuat kerusakan parah di beberapa wilayah Sulteng. Kerusakan makin parah, menurut Daryono karena ketika dinding rumah sudah retak-retak akibat gempa pertama, datang lagi gempa besar 7,4 SR, kemudian datang lagi 6,3 SR sehingga menenggelamkan semuanya karena terjadi likuifaksi (liquifaction).

"Kemudian ada tsunami tercatat di Mamuju pada pukul 18,27 WITA namun hanya kecil hanya 6 cm," jelas Daryono.

Daryono menegaskan, ketika gempa kedua dari Hawai Pacific Center juga tidak mengeluarkan perigatan dini tsunami. Peringatan dini tsunami dini dinyalakan dari jam 18.10 sampai 18.27 WITA.

"Jadi berita yang memberitakan bahwa BMKG gagal dalam memberikan peringatan tsunami itu tidak benar, BMKG sudah memberikan tsunami dan BMKG mengakhiri setelah Tsunami. Gagal kalau sama sekali tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami," jelas Daryono. Turut hadir narasumber dalam FMB9 kali ini adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Biro Perencanaan Basarnas Abdul Haris dan Paban I/Renops TNI Kolonel (Pnb) Ganet Hendriyanto.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).
Forum Merdeka Barat 9
Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Infromasi
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110