Title : BNPB sebut relawan asing yang dipulangkan dari Palu masuk dengan dokumen palsu Logo
Date : 2018-10-11 19:11:00
Media : Merdeka.com
Jurnalis : Redaksi
Narasumber : Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB
Nilai : Pro
Topik : Update Tanggap Bencana Sulteng Sesi VIII
Kategori : BNPB
Rubrik : Berita
BNPB sebut relawan asing yang dipulangkan dari Palu masuk dengan dokumen palsu

BNPB sebut relawan asing yang dipulangkan dari Palu masuk dengan dokumen palsu
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang masuk wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah. Mereka yang masuk itu mengaku sebagai relawan dari China, Nepal, Meksiko, dan Australia yang kemudian mereka dikembalikan ke negaranya masing-masing.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, awal mula pemulangan itu ketika delapan orang WN China sampai diMakassar pada 7 Oktober 2018 lalu. Delapan orang itu mengaku telah mendapatkan undangan dari Bupati Sigi dengan menunjukkan surat yang diduga palsu.

Oleh karena itu, mereka pun dilarang untuk melanjutkan perjalanannya meski pada akhirnya mereka tetap melanggarnya.

"Sudah kita lihat suratnya kondisinya, kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu. Kemudian petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu, ternyata tiga relawan asing tadi tetap ke Palu menggunakan jalur darat," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

BNPB pun tak tinggal diam, pihaknya pun langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Bupati Sigi untuk mengonfirmasi terkait undangan untuk para relawan dari China tersebut. Saat diketahui tidak benar, mereka pun diminta untuk meninggalkan wilayah Palu.

Lalu, ketika WN asal China diminta untuk meninggalkan Palu. Ternyata, saat itu juga datang 14 WNA yang terdiri dari 5 orang Nepal, 8 orang Meksiko, dan satu orang Australia. Mereka pun telah ditolak dari Kota Palu.

"Dengan alasan tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Kedua, tidak memiliki barang bantuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia (transportasi udara, genset, tenda, water treatment), tidak pernah mengajukan surat tertulis di Kemenlu atau Kedubes masing-masing," jelasnya.

Setelah itu, 14 WNA itu langsung diantar ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat hercules milik Malaysia. Hal itu dilakukan agar mereka dapat menghubungi Kemenlu yang berada di posko Balikpapan guna mengajukan permohonan tertulis untuk masuk ke Kota Palu.

Dengan adanya hal tersebut, Sutopo pun mengimbau kepada para relawan asing agar memiliki izin dan membawa bantuan sesuai yang dibutuhkan Indonesia. Dan beberapa dari mereka ternyata menggunakan visa turis ketika datang dan ingin ke Kota Palu.

"Ya kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tetapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya. Bukan hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga diberlakukan seperti itu," katanya. [eko]
Forum Merdeka Barat 9
Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Infromasi
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110