Title : Rilis 4 : Luhut: Raih "Trust" Dunia, Indonesia Alami Loncatan Ekonomi dan Teknologi Logo
Date : 2018-12-19 08:41:48
Media : -
Jurnalis : Redaksi
Narasumber : Redaksi
Nilai : Pro
Topik : Dampak Ekonomi AM IMF 2018
Kategori : -
Rubrik : Berita
Rilis 4 : Luhut: Raih "Trust" Dunia, Indonesia Alami Loncatan Ekonomi dan Teknologi

Rilis 4 : Luhut: Raih
Jakarta - Tahun ini, Indonesia menyelesaikan 4 event besar berskala dunia dengan hasil baik dan membanggakan. Salah satunya adalah Annual Meeting World Bank -IMF. Bahkan, tidak sedikit dari negara-negara di dunia yang memberikan pujian untuk Indonesia.

Hal itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB'9) bertajuk "Dampak Ekonomi Annual Meetings IMF-World Bank 2018" di Kantor Bappenas Jakarta, Selasa (18/12/2018).

"Saya ingin cerita, saya ketemu di Shanghai, mereka memberi banyak pujian dan Indonesia telah menjadi model negara yang berhasil mengelola ekonomi dengan baik, stunting menurun, pertumbuhan ekonomi bagus, Christian Lagar dan Jim Kim juga menyampaikan yang sama," ujar Luhut yang juga Ketua Panitia Nasional Annual Meeting World Bank -IMF.

Luhut menjelaskan, dirinya bertemu di APEC dengan Christian Lagar yang menyampaikan bahwa Indonesia maju. Secara keseluruhan, Indonesia sudah membawa standar baru berhasilnya pelaksanaan event.

"Dampak langsung untuk perekonomian adalah CNC dari perusahaa minyak Taiwan investasi USD 6,8 miliar di petro chemical di Gersik. Saya pergi ke Korsel kemarin, korsel mengatakan Hyundai mobil listrik mau direlokasi ke Indonesia untuk menjadi hak, karena indonesia produksi lithium baterai terbesar di dunia," ulas Luhut.

Selain itu, lanjut Menko Maritim, LG juga mau menggunakan lithium Indonesia. Sepeda motor pun kontrak 7 juta unit. Mulai tahun depan disarankan APBN membeli sepeda motor listrik, dan baterainya pun akhir tahun 2020 sudah bisa produksi baterai lithium mobil dan motor.

"Trust (kepercayaan) ini juga sangat mengemuka. Tiongkok juga ingin relokasi industri baja. Dalam 3 tahun ke depan current aaccount deficit kta akan jauh berkurang karena industri kita akan tumbuh. Karena trust sudah dicapai, maka kita tidak susah lagi mengejar mereka. Kita sudah punya bahan pokok lithium baterai mulai dari nikel dan cobalt," jelas Luhut.

Menurut Menko Maritim, yang terjadi solar panel bergabung dengan lithium baterai, maka mobil dan motor listrik akan jalan. "Timah selama ini ekspor, saya bertemu dengan samsung, apple, huawei, saya bilang kenapa tidak bilang membuat di Indonesia industrinya? Dan mereka mau," ujar Luhut.

Selanjutnya, loncatan teknologi telah membuat dan memaksa kita untuk memperbaiki pendidikan di daerah, karena perusahaan Megatron membutuhkan 2.000 engginer.

"Jadi kalau bilang Indonesia mau punah, ya aneh. Saat ini kita lagi semangat-semangatnya ke arah yang jauh lebih baik. Kita mau masuk ke bidang global untuk bidang teknologi. 4G sekarang, handphone ini akan ratusan lebih cepat dengan 5G, dunia ini akan cepat berubah," ucap Luhut.

Menko Maritim menjelaskan, sebagian bahan baku yang dibutuhkan ada di Indonesia. Tinggal sumber daya manusianya, maka kita akan melakukan loncatan. Tadi Samsung, Huawei ingin membuka di Indonesia, tapi dengan syarat menggunakan ilmuan kami. Sekarang dipimpin oleh Prof Satrio.

"Negara-negara lain di dunia melihat Indonesia negara yang hebat. Untuk itu, kita harus hidup dengan optimistis. Kemarin di Korsel, Hyundai tanya bagaimana mengurus izin? Maka saya bilang saya yang akan urus izin, supaya kalian tidak terkena sogok menyogok. Pokoknya kita urus dan kita buat transparan selagi menunggu OSS. OSS ini akan main by pass dari daerah ke pusat agar lebih transparan," papar Luhut.

Jadi, lanjut Menko Maritim, perubahan-perubahan struktural di 2018, saya melihat Indonesia di 2019 akan bagus. Ditambah lagi penerimaan negara lebih besar dari APBN.

"Utang kita sangat terkendali, saya tidak melihat itu menjadi isu. Semua pembicaraan di Singapure, Indonesia sudah on the right track dan tahun depan akan banyak dana lagi yang akan masuk ke Indonesia," pungkas Luhut.

Selain Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, hadir juga sebagai narasumber Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Kegiatan Dismed FMB'9 ini juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube).
Forum Merdeka Barat 9
Kementerian Komunikasi Komunikasi dan Infromasi
Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110